Diplomat KBRI di Mesir Asal Sleman, Menjelajah Arab Saat Merebaknya Covid-19

Editor: Ivan Aditya

MAU tahu kira-kira seperti apa kondisi negara Arab saat merebaknya Korona belakangan? Apa yang mereka lakukan? Apakah kocar-kacir dan kebingungan menghadapi kenyataan? Aneka pertanyaan tersebut besar kemungkinan akan terjawab dalam novel besutan M Aji Surya dan Ahmad Mina RA yang berjudul ‘Lockdown : Asa, Cinta dan Zahira’ yang akan diluncurkan medio Juni 2020 ini.

Dalam novel yang terbit dalam bentuk e-book di google play itu, M Aji Surya, diplomat asal Gentan Sleman ini mencoba menfiksikan banyak hal, namun relatif bisa diasosiasikan dengan kenyataan tertentu. Corona yang menghantam negeri-negeri di Timur Tengah tersebut juga membuat pemerintah dan masyarakat menghadapi kesulitan dalam skala yang luar biasa. Bahkan untuk menopang kehidupan rakyat yang terdampak, pemerintah harus utang ke lembaga keuangan internasional.

Salah satu yang unik adalah pelaksanaan jam malam. Suatu kurun waktu di mana penduduk tidak boleh keluar rumah sama sekali, kecuali karena alasan yang sangat urgent seperti sakit dan beli obat. Polisi berjaga di mana-mana dan siap mencegat siapapun yang bepergian. Bahkan bagi pelanggar, siap-siap saja membayar jutaan rupiah atau menginap di hotel prodeo alias penjara.

Jam malam, sesuai namanya, dimulai dari sore hari menjelang petang dan berakhir di pagi hari. Keadaan malam digambarkan sangat sunyi, sepi dan mengiris kalbu. Hanya sesekali terdengar suara sirine mobil ambulans yang membelah kota. Saking sepinya, suara angin bisa terdengar dari dalam rumah.

BERITA REKOMENDASI