Direktorat IKM LMEA Kemenperin Perluas Akses Pasar IKM Logam

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Induastri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (IKM LMEA) berusaha membuka akses pasar serta meningkatkan kapasitas IKM Logam dari rantai pasok industri besar di tanah air.

"Kami terus berupaya mengembangkan kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar bagi IKM. Hal ini sesuai arahan Presiden yang berencana menambah alokasi dana dari APBN hingga dua kali lipat. Semoga bisa terealisasi dan para IKM diharapkan bisa memanfaatkan momentum hal ini," kata  Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Endang Suwartini di sela temu bisnis IKM Logam Jateng-DIY dan industri besar, Jumat (01/11/2019).

Menurut Edang pihaknya rutin menggelar pertemuan bisnis ini sebagai solusi guna menekan jumlah produk impor alat rumah tangga, mesin teknologi tepat guna (TTG) serta komponen alat kesehatan, komponen elektronika dan alat listrik rumah tangga yang berbahan dasar logam. "Acara ini merupakan langkah nyata dari Ditjen IKMA untuk membuka jaringan dan kerja sama antara IKM dan industri besar di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dengan temu bisnis ini diharapkan terjalin kesepakatan kedua belah pihak pelaku usaha, membuka jaringan bisnis baru dan saling bersinergi," jelasnya.

Edang mengatakan sentra IKM Logam di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, merupakan sentra IKM Logam yang diunggulkan untuk dapat bekerja sama untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri besar. Adapun berbagai kegiatan pembinaan IKM telah dilakukan oleh Ditjen IKMA, mulai dari pembinaan Sumber Daya Manusia, Teknis Produksi, Peningkatan Teknologi, Promosi dan Pemasaran. Dalam hal pemasaran, Ditjen IKM terus mendorong IKM Logam untuk dapat memasarkan produknya ke industri besar dan pasar internasional. 

"Kami yakin IKM Logam mampu berinovasi dan melakukan pengembangan produk yang selama ini dipenuhi oleh pasar impor. Kami akan terus mendorong terjalinnya kerja sama IKM Logam bersama Industri Besar dengan harapan dapat membawa kemajuan bagi perkembangan IKM Logam," tandasnya.

Kepala Dinas Perindustrian DIY Aris Riyanta, Msi mengakui saat ini Indonesia, terutama Jateng-DIY diserbu barang dari luar negeri, melalui perdagangan online dan perlu upaya bersama untuk menanganinya. "Barang online tidak bisa terpantau. Hanya 6-7 persen produk lokal yang dipasarkan. Padahal, IKM menjadi ujung tombak ekspor. Melalui pertemuan ini diharapkan menghasilkan suatu kebijakan secara 'win-win' solution," tandasnya. 

Kegiatan Temu Bisnis diikuti oleh 50 IKM Logam yang berasal dari Provinsi D.I Yogyakarta, Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, dan Kota Surakarta. Sedangkan industri besar yang berpartisipasi yaitu GABEL (Gabungan  Industri Elektronika dan Alat- Alat Listrik Rumah Tangga), PT. Mega Andalan Kalasan, PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT. Sarandi Karya Nugraha, dan ruparupa.com.(*)  

BERITA REKOMENDASI