Disnakertrans DIY Luncurkan ‘MALIOBORO’

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY melaunching Mekanisme Aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan Online Yogyakarta atau yang disingkat 'MALIOBORO'. Melalui aplikasi ini, akan memudahkan perusahaan saat pelaporan di dinas.

Dalam enam bulan ke depan, ditargetkan 50 persen dari total perusahaan di Sleman sudah melakukan wajib lapor dengan aplikasi ini. Dan enam bulan berikutnya bisa menjangkau di semua perusahaan.

Di seluruh Yogyakarta berdasarkan data dari Disnakertrans saat ini terdapat 4.196 perusahaan. Dari jumlah itu 400 perusahaan besar, 1.000 skala sedang dan selebihnya adalah perusahaan kecil.

"Semua perusahaan wajib lapor. Mulai dari permasalahan inti seperti pengupahan, jam kerja karyawan hingga perlindungan terhadap pekerja perempuan. Termasuk juga permasalahan dengan buruh juga wajib dilaporkan," kata Kepala Disnakertrans DIY Andung Prihadi Santoso disela-sela launching 'Malioboro' di kantor Disnakertrans DIY Maguwoharjo Depok Sleman, Selasa (16/1).

Sebelumnya diungkapkan Andung, mekanisme wajib lapor ketenagakerjaan masih bersifat manual. Dimakan perwakilan perusahaan harus datang ke kantor Disnakertrans DIY untuk mengambil formulir wajib lapor, kemudian mengisi dan selanjutnya datang kembali ke kantor. Jika sudah sesuai dengan ketentuan, maka laporan tersebut akan disahkan oleh Kepala Disnakertrans DIY.

Sebelum berlakunya UU Nomor 23 Tahun 2014, wajib lapor ketenagakerjaan dilaksanakan di masing-masing kantor kabupaten/kota. Namun sejak 1 Januari 2017, wajib alpor ketenagakerjaan terpusat di propinsi, sehingga membuat jarak antara perusahaan dengan kantor lebih jauh lagi.

"Melalui OL ini bisa memudahkan perusahaan saat melakukan wajib lapor. Karena semuanya dapat diinput dan dimasukkan dalam satu aplikasi," jelasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI