Dispar DIY Giatkan Pemantauan Destinasi Wisata

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus melakukan pemantauan atau monitoring di sejumlah destinasi wisata yang dimulai dari Kabupaten Sleman mengawali tahun 2021. Pemantauan tersebut tetap dilakukan guna memastikan pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar tidak terjadi penularan virus Korono dari pariwisata.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo mengatakan pemantauan beberapa destinasi wisata di DIY kembali dilakukan pada awal tahun 2021. Kali ini, pemantauan difokuskan pada beberapa destinasi wisata di Sleman seperti Grojogan Watu Purbo di Dukuh Bangunrejo Desa Merdikorejo Tempel, Tlogo Putri Kaliurang Desa Hargobinangun Pakem dan Blue Lagoon Jogja Widodomartani Ngemplak.

“Saya bersama tim bidang destinasi wisata Dispar DIY Kembali melakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di beberapa destinasi wisata yang ada di Sleman selama libur Tahun Baru 2021,” kata Singgih di Sleman, Sabtu (02/01/2020).

Singgih menuturkan lokasi pertama adalah Grojogan Watu Purbo yang sedang viral pada akhir-akhir ini relatif banyak pengunjungnya terutama dikalangan pesepeda. Dari hasil pemantauan destinasi ini telah fasilitas cuci tangan yang memadai dan terdapat petugas yang melakukan checking suhu tubuh pengunjung pada pintu masuk, serta sudah mulai respon apabila ada tamu yang tidak melakukan protokol kesehatan.

“Namun demikian, masih ditemukan beberapa permasalahan yang perlu menjadikan perhatian bersama, seperti belum maksimalnya manajemen kebencanaan bila terjadi banjir mengingat lokasi ada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 Gunung Merapi dan belum diterapkannya reservasi online melalui Visiting Jogja di destinasi ini,” tandasnya yang sempat berdiskusi dengan Dukuh setempat Sarjono dan operator pengelola Maryono.

Selanjutnya, Singgih dan tim melakukan pemantauan di Tlogo Putri Kaliurang yang masih tetap banyak dikunjungi wisatawan meski status Gunung Merapi masih Siaga. Sarana untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan telah disediakan. Tetapi beberapa petugas/operator belum menerapkan protokol kesehatan  sehingga penerapan protokol kesehatan terkesan longgar/bebas.

“Warung-warung makan masih buka seperti biasa dan penyedia jasa Tur Lava Merapi masih terlihat banyak yang standby dan beroperasi,” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah pengunjung di Blue Lagoon Jogja relatif stabil yang rata-rata mencapai 200 pengujung per hari walau di hari libur pertama 2021. Petugas yang ada juga telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Dengan berbagai cerita yang ada di lokasi ini, maka akan menarik jika dibuatkan storytelling di Visiting Jogja. (Ira)

BERITA REKOMENDASI