Ditargetkan, 2023 Jawa-Bali Bebas dari Malaria

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRjogja.com – Tahun 2023 mendatang ditargetkan Regional Jawa-Bali sudah bebas dari penyakit malaria. Mengingat sekarang ini masih ada 4 kabupaten di wilayah Jawa yang masih belum eliminasi penyakit malaria.

Program Manajer Percepatan Eleminasi Malaria Dr Iswanto MKes menjelaskan, adapun 7 kabupaten itu meliputi Kulonprogo DIY, Purworejo dan Banjarnegara Jawa Tengah, Sukabumi dan Pangandaran Jawa Barat, Lebak dan Pandeglang Banten. Sedangkan untuk kabupaten lainnya sudah eliminasi.

“Untuk tiga provinsi, yakni DKI, Jawa Timur dan Bali sudah eliminasi. Sedangkan empat provinsi lainnya belum eliminasi karena masih ada kabupaten yang belum eliminasi,” kata Dr Iswanto MKes, Senin (20/9) dalam acara technical briefing untuk program percepatan eliminasi malaria wilayah Jawa Bali di Hotel Eastparc.

Acara tersebut kerja sama antara Pusat Unggulan Iptek Inovasi Teknologi Terapan Bidang Kesehatan (PUI Novakesmas) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dengan WHO Indonesia.

Dikatakan, indikator kabupaten yang dinyatakan eliminasi malaria itu ketika selama tiga tahun tidak ada penularan setempat atau indigenous. Ketika semua kabupaten sudah eliminasi, baru meningkat provinsi mendapat sertifikasi bebas malaria dari WHO.

“Setelah semua provinsi eliminasi , baru nanti tingkat regional Jawa-Bali mendapat sertifikasi bebas malaria dari WHO. Jadi nanti bertahap dari tingkat daerah sampai regional,” ujarnya.

Untuk di wilayah Jawa-Bali, menurut Iswanto, ditargetkan pada tahun 2023 nanti Regional Jawa-Bali bebas dari malaria. Sedangkan untuk Indonesia ditargetkan pada 2030.

“Untuk mempercepat target eliminasi itu, kami akan melakukan pendampingan ke kabupaten yang belum eliminasi. Selain itu juga menjaga daerah yang sudah eliminasi malaria supaya bisa mempertahankan. Karena kalau ada indigenous, otomatis dipending lagi selama tiga tahun,” paparnya.

BERITA REKOMENDASI