Ditresnarkoba Polda DIY Ungkap Peredaran Narkoba

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda DIY kembali mengungkap peredaran narkoba dengan modus online atau memanfaatkan media sosial (medsos). Empat pelaku ditangkap dengan peran berbeda, yakni sebagai bandar dan peluncur. Keempat tersangka adalah RA (25) Mlati Sleman, BP (25) warga Depok Sleman, KD (20) warga Mertoyudan Magelang dan LB (25) warga Umbulharjo Yogya. Hingga kini para tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda DIY.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan SIK didampingi Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto, Wadir Resnarkoba AKBP Bekti Andriyono SSi MM MSi dan Kasubdit 1 Resnarkoba AKBP Hari Triyana SE SH, Senin (22/06/2020) menjelaskan, tersangka RA ditangkap bersama BP di rumahnya. Barang bukti dari tangan RA berupa sabu seberat 22,5 gram yang dikemas dalam 14 paket hemat (pahe). Tersangka RA mengakui mendapatkan barang haram itu dari seorang bandar (DPO) yang dikenal melalui medsos Instagram.

“Tersangka RA ini tidak beli, ia hanya diperintah bandarnya untuk mengambil barang di daerah Mlati Sleman. Setelah itu, ia menunggu perintah sang bandar untuk menaruh sabu itu di wilayah Magelang dengan upah Rp 500.000 dan sabu seberat 1 gram. Belum sempat barang dikirim, ia sudah kami tangkap,” ungkap Ary Satriyan.

Sedangkan dari tangan tersangka BP yang ditangkap bersama tersangka RA, petugas menyita barang bukti tembakau gorila sebanyak 21,64 gram dan trihepinidyl sebanyak 2.300 butir. Dalam kasus lain, petugas juga menangkap tersangka LW dengan bukti 500 gram tembakau gorila. Tersangka LW, sebenarnya membeli 1 kg tembakau gorila, namun sudah terjual 500 gram melalui Instagram. Ia bekerja sama dengan tersangka KD yang ditugasi untuk menaruh barang setiap ada transaksi.

BERITA REKOMENDASI