DIY Bersiap Cetak Perenang Handal, Ternyata Ini Tantangannya

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) DIY menggelar Musyawarah Kerja Daerah, Jumat (18/12/2021) petang di kawasan Seturan Sleman. Maryanto terpilih sebagai Ketua Umum PRSI DIY sekaligus memaparkan program-program yang hendak dicapai lima tahun ke depan.

Ketua Umum KONI DIY, Prof Djoko Pekik Irianto hadir dalam pembukaan musyawarah tersebut dan menyampaikan harapannya. Ia mengharapkan perenang-perenang DIY bisa lolos PON Sumatera Utara – Aceh mendatang dan mendulang medali emas untuk DIY.

“Kami berharap, akan muncul atlet-atlet berbakat ke depan dan tentu mengharumkan nama DIY. Harapan kami tentu kalau bisa ada medali emas, dua medali emas dari PRSI DIY di PON Aceh-Sumut nanti,” ungkap Djoko berharap.

Sementara, Maryanto mengatakan pihaknya akan serius mempersiapkan atlet dari beberapa sub cabang olahraga seperti renang indah, polo air, renang perairan terbuka, loncat indah dan renang lintasan. Namun begitu menurut dia, persiapan tidak akan mudah karena adanya kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi seperti belum adanya peralatan latihan juga pola pikir para orangtua atlet.

“Komite teknik tiap sub cabang olahraga sudah bekerja saat ini, paling tidak dimulai dengan dipertandingkan di level Porda. Renang indah kemarin di Papua dapat satu perak dan sekarang sudah menginspirasi banyak juniornya. Lalu loncat indah juga kita berpeluang karena hanya 7 provinsi yang aktif. Kamis sedang upayakan kerjasama dengan UNY yang memiliki kolam standar,” ungkapnya di sela pembukaan.

Maryanto tak menampik jika selama ini pembinaan renang di DIY terkesan seperti medioker di tingkat nasional. Hal tersebut dikarenakan ekosistem penunjang atlet yang belum berjalan dengan maksimal.

“Misalnya ada atlet potensial, orangtuanya sudah berpikir untuk sekolah saja saat kelas 6 SD atau 3 SMP/SMA karena melihat belum ada masa depan di renang. Padahal tidak seperti itu, banyak hal yang bisa didapatkan dari renang ketika kita berprestasi. Di DIY, atlet juga belum seperti daerah lain yang bebas memilih sekolah dan mendapat dukungan untuk berprestasi. Ini yang menjadi PR dan harapannya bisa diurai ke depan,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI