Dongkrak Produktivitas 520 Petani di DIY Gabung Program Electrifying Agriculture

Editor: Ary B Prass

SLEMAN, KRJOGJA.com – Program Electrifying Agriculture menjadi lompatan besar bagi sektor Pertanian di DIY. Program yang digagas PT PLN (Persero) ini terbukti telah membawa sektor pertanian menjadi lebih maju dan modern dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya operasional.

Di 2022 ini, penambahan jumlah pelanggan Electrifying Agriculture di wilayah DIY berjumlah 520 pelanggan dengan total daya 841 kiloVolt Ampere (kVA).

Keberhasilan program Electrifying Agriculture dirasakan manfaatnya oleh para peternak, salah satunya peternak ayam asal Kalasan Sleman Yogyakarta, Sardjono. Berkat jaringan listrik yang telah terpasang di kandang peternakan ayamnya, usahanya semakin meningkat.

“Saya dapat menikmati hasil kerja keras yang selama ini saya impikan sejak panen tiga bulan terakhir ini/ Sebelumnya saya menggunakan kandang yang konvensional. Sekarang ini saya membangun kandang 3 lantai dengan rangka besi dan tertutup,” ujar Sardjono di Kalasan, Sleman, Minggu (10/4/2022).

Sardjono mengatakan program Electrifying Agriculture PLN telah membantunya bisa membuat kandang yang tertutup atau closed house dan membawa dampak positif terhadap usaha peternakan ayam yang dikelolanya itu. Dengan sistem closed house, peternak dapat meningkatkan kualitas produk dan mengelola usahanya dengan lebih efisien.

Dalam mengelola peternakan ayam closed house, pemilik peternakan ayam berjumlah 15 ribu ekor ini mengakui kestabilan suhu menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas ternak.

Untuk menjaga suhu kandang, diperlukan peralatan elektronik seperti kipas blower dan penghangat atau heater yang digunakan mengatur sirkulasi udara dan suhu kandang.

“Dengan suhu dalam  closed house yang lebih terkendali ini, pertumbuhan ayam bisa lebih optimal, sehingga produktivitas meningkat. Selain itu dibandingkan kandang ayam konvensional, kandang ayam modern ini lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau, sehingga lebih nyaman bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Menurut Sardjono, adanya pasokan listrik PLN ini juga dapat membantu para peternak lebih efisien. Jika menggunakan genset untuk mengoperasikan kipas blower dan penghangat ruangan, dibutuhkan sekitar 3.700 liter solar atau setara sekitar Rp 19 juta per bulannya dengan asumsi harga solar 5.150 per liter. Sedangkan dengan menggunakan listrik, dalam 4 bulan terakhir Sardjono hanya mengeluarkan biaya rata-rata sekitar Rp 3,7 juta untuk operasional peternakan kandang tertutupnya.

BERITA REKOMENDASI