Dorong Obwis Daerah Regional III, Kembangkan Community Based Tourism

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dengan wilayah dan sumber daya alam terbatas, Yogyakarta dinilai bisa mengoptimalkan destinasi wisata yang ada. Salah satunya dengan konsisten dalam melakukan pengelolaan destinasi wisata dan pelayanan terhadap wisatawan. Majunya dunia pariwisata diharapkan juga bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat. 

Hal ini disampaikan dalam sambutan Gubernur DIY Sri SUltan Hamengku Buwono X yang dibacakan Wakil Gubernur Paku Alam X saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional III di Hotel Alana, Selasa (12/3/2019). Paku Alam X mengatakan, DIY memiliki wilayah yang tidak begitu luas dan sumber daya alam terbatas. Namun punya beberapa predikat yang melekat sebagai daerah tujuan wisata, Kota Budaya dan Kota Pendidikan. Hal ini diupayakan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembangunan daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 

"Pembangunan sektor pariwisata di DIY dilakukan secara berkelanjutan. Dan didukung empat program utama yaitu pengembangan pemasaran pariwisata, program pengembangan destinasi wisata, program pengembangan kemitraan dan program pengembangan desa," papar Paku Alam X. 

Menurut Paku Alam X, aktivitas pariwisata menjadi penggerak sektor ekonomi lainnya. Seperti penyediaan jasa akomodasi, angkutan dan produk industri pendukung pariwisata lainnya. Selain itu kegiatan pariwisata juga bisa menyerap tenaga kerja di sektor perhotelan dan menciptakan lapangan kerja di sektor lainnya. Ada tiga aspek untuk mendukung kesuksesan pariwisata yakni aspek produk atau destinasi, pelayanan dan pengelolaan. Serta dibutuhkan konsistensi menjaga citra pariwisata yang terdiri dari kenyamanan, keamaan, akses, keragaman aktivitas hingga harga yang ditawarkan pada wisatawan.  

"Konsep kepariwisataan kita berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sehingga landasan yang digunakan yakni pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat," tandas Paku Alam. 

Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman menambahkan, butuh promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke sebuah obyek wisata. Selain itu juga membutuhkan peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat dan kemitraan dengan industri. Dalam acara ini para peserta akan mendengarkan langsung dari sejumlah pembicara. Seperti Bupati Sleman, Bupati Gunungkidul, Bupati Klaten, Direktur Bumdes Ponggok hingga Ketua Pokdarwis Nglanggeran dan Tebing Breksi. 

"Best practice ini diharapkan bisa menjadi bekal bagi pemangku kebijakan di daerah regional III yang terdiri dari 13 provinsi dan 180 an kabupaten. Dengan ditunjukkan langsung di lapangan bisa memberikan ide konkrit untuk
pengembangan destinasi wisata sekaligus mempromosikannya," ungkap Dadang. 

Dadang berharap pengelola wisata di regional III bisa mengembangakan desa wisata, taman rekreasi dan sumber daya alamnya seperti yang dilakukan pemerintah provinsi DIY. Deputi Promosi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani menambahkan, pengelola pariwisata jangan hanya menargetkan pangsa pasar Eropa. Namun ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, Timor Leste dan Australia. 

"Kalau wisatawan Eropa penentuannya bisa setahun hingga enam bulan. Tapi kalau di negara tetangga, kita promosi hari ini, akhir minggu sudah bisa datang langsung ke obyek wisata yang ada di Indonesia. Kita juga harus mengubah mind set wisatawan Australia yang liburan ke Indonesia ya hanya ke Bali," beber Rizki. (R-2)

BERITA REKOMENDASI