Dosen Unnes Latih Pemanfaatan Limbah Botol Plastik di Kampung STEM Joho

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dosen Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (Prodi PKK FT Unnes), Dr Trisnani Widowati mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kampung STEM Padukuhan Joho, Condongcatur Depok Sleman, Jumat (7/8/2020). Kegiatan pengabdian berupa pelatihan pemanfaatan/daur ulang limbah botol plastik bagi ibu-ibu warga setempat bertempat di Balai Padukuhan Joho.

Trisnani mengatakan, dalam pelatihan ini ibu-ibu diajari mengubah botol plastik (bekas minuman mineral) menjadi barang bernilai ekonomis seperti lampion, lampu hias dan lain-lain. Kerajinan tersebut bisa dipakai sendiri untuk menghias rumah atau dijual, sehingga memperkuat perekonomian keluarga. “Pelatihan ini momentumnya juga pas dengan Agustusan, sehingga kerajinan hasil karya ibu-ibu bisa untuk hiasan rumah memeriahkan Agustusan,” terang Trisnani kepada KRJOGJA.com disela kegiatan.

Menurut Trisnani yang juga menjadi Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PKK FT Unnes, kegiatan pengabdian rutin diadakan setiap tahun sebagai salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain untuk hilirisasi produk-produk inovasi yang dihasilkan dosen dan mahasiswa, juga untuk meningkatkan kemandirian serta memberdayakan potensi masyarakat. Adapun Kampung STEM Joho merupakan kampung binaan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika dan SEAMEO Qitep in Mathematics. STEM sendiri kependekan dari Science, Technology, Engineering, dan Matemathic.

Dukuh Joho, Retnaningsih menyambut baik pelatihan pemanfaatan limbah botol plastik yang diberikan oleh dosen PKK FT Unnes. Menurutnya, pelatihan ini akan semakin menambah ketrampilan warga terutama ibu-ibu dalam mendaur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Selain itu program ini akan mendukung Padukuhan Joho yang masuk program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang saat ini masuk tahap penjurian tingkat nasional. “Pelatihan ini akan semakin meneguhkan Padukuhan Joho sebagai padukuhan berwawasan lingkungan,” katanya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI