DP3AP2 Sleman Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Konsultasi

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Sleman mengimbau kepada masyarakat untuk tak segan memanfaatkan tempat konsultasi teknis operasional pelayanan dan pembinaan khususnya perlindungan perempuan dan anak (PPA). Kenapa?

"Kami diberi tugas oleh bupati Sleman terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan pemenuhan hak anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Bidang ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Kami siap melayani," kata Kepala dinas DP3AP2 Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini kepada krjogja.com, Jum'at (02/08/19).

Menurutnya, sejauh ini sosialisasi terus senantiasa dilakukan mengingat masih tingginya jumlah korban kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak di Kabupaten Sleman.

Hingga pertengahan tahun 2019, mencatat 107 kasus yang terdiri dari perselisihan pertengkaran yang terus menerus, faktor ekonomi, salah satu pasangan yang meninggalkan hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Untuk kebijakan kami sudah melakukan sosialisasi. Tapi kalau sudah terjadi kasus, masyarakat ke tingkat desa, bisa ke tingkat kecamatan. Kalau sudah tidak bisa ditangani baru dikirim ke kabupaten," ucapnya.

Penanganan tingkat desa memiliki satuan petugas perlindungan perempuan dan anak (satgas PPA). Kasus kasus yang ringan bisa diatasi. "Ada kader ditingkat desa. Bisa Konseling, hingga bagaimana proses-proses mediasi, Kalau ternyata kasus tersebut berat dari satgas maupu kader tidak bisa menyelesaikan bisa dibawa ketingkat kecamatan di forum penanganan korban kekerasan (Fpk2)," jelasnya.

Kalau memang tidak bisa,lanjutnya, kasus itu akan dikirim ke tingkat kabupaten. Namun tidak menutup kemungkinan dari wilayah langsung datang ke Kabupaten. Dia menyebut akan tetap melayani.

Sementara itu, pihaknya mengajak seluruh stakeholder untuk memperkuat pertahanan keluarga. Termasuk media massa untuk memberikan bacaan yang menyentuh. Karena ketahanan keluarga bisa dibangun dari segi ekonominya, kesehatannya, pendidikanya, lingkungannya, pola asuh hingga agamanya.

Pun program-program yang kaitannya dengan pemberdayaan perempuan. Termasuk pekerjaan yang responship gender untuk kelompok rentan seperti perempuan miskin, disabilitas, perempuan daerah bencana dan lain lain. Agar perempuan merasakan manfaatnya.

"Masyarakat bisa konsultasi secara cuma-cuma. Kami menyediakan konsultasi pusat pembelajaran keluarga (puspaga) kesengsem keluarga sejahtera yang sembada," pungkasnya. (Ive)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI