DPD PAN Sleman Beli Cabai Petani Dengan Harga di Atas Pasar

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman rupanya berdampak serius terhadap perekonomian, salah satunya harga pangan. Harga komoditas pangan seperti cabai, hari ini anjlok dan membuat sejumlah petani merugi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, harga cabai kriting anjlok menjadi Rp 6.000 hingga 7.000 per Kg. Sedangkan untuk jenis cabai rawit turun menjadi Rp 9.000 hingga 10.000 per Kg. Kondisi tersebut tentunya membuat sejumlah petani cabai di Kabupaten Sleman yang tengah bersiap panen mengalami kerugian yang cukup signifikan.

Berangkat dari permasalahan itu, hari ini DPD PAN Sleman melakukan gerakan PANen Raya Petani PAN dengan membeli hasil panen petani cabai dengan harga yang diatas standar. Gerakan sosial ini menyasar Kelompok Tani Sido Maju di Padukuhan Bulus Tempel Candibinangun Pakem.

Ketua DPD PAN Sleman, dr Raudi Akmal menuturkan aksinya kali ini merupakan wujud gerakan bantu warga terutama kalangan petani yang terdampak Covid-19. Harga jual cabai yang anjlok membuat petani merugi besar lantaran sudah mengeluarkan modal awal yang cukup banyak.

“Karena harganya anjlok, hari ini kita beli hasil panen pak Setyo dengan harga di atas pasar. Tujuannya apa, agar beliau tetap bisa produktif dan semangat dalam mengolah ladangnya,” jelas Raudi saat ditemui usai kegiatan beli cabai petani, Kamis (19/08/2021).

Tak hanya berhenti dengan membeli cabai dengan harga mahal saja, DPD PAN Sleman kemudian akan mengolah cabai tersebut dengan bahan-bahan makanan lain menjadi makanan siap saji. Makanan siap saji tersebut nantinya akan didistribusikan untuk sejumlah pasien isolasi mandiri (isoman) yang ada di Sleman atau di sebut dengan kegiatan PAN Berbagi

Raudi menyebutkan saat ini pengurus partainya tengah membuat beberapa titik lokasi dapur umum. Dari dapur umum ini nantinya akan membuat makanan siap saji yang kemudian dibagi ke 4.000 pasien isoman.

“Jadi kita bagi setiap titik dapur umum untuk beberapa kecamatan. Total ada 6 titik yang bergantian memasak mulai Jumat hingga Minggu. Setiap dapur umum akan membuat 500 makanan siap saji untuk pasien isoman” terang Raudi.

Ditambahkan Raudi, dengan berbagai kegiatan tersebut, dirinya dan partai PAN ingin terus menjaga rasa solidaritas dan gotong royong sesama warga dalam menghadapi pandemi.

Pasalnya, pandemi tidak akan berakhir jika hanya mengandalkan kerja keras pemerintah maupun leading sektor lain. Sehingga dibutuhkan gerakan bersama untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kesusahan akibat pandemi tersebut.

“Secara prinsip kita harus bergerak bersama. Indonesia terkenal dengan gotong royongnya. Budaya adiluhung ini lah yang harus kita junjung dan lakukan bersama agar kondisi pandemi ini tidak semakin buruk,” tambah Raudi. (*)

BERITA REKOMENDASI