dr Rica ke Kalimantan Atas Program Gafatar

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penculikan dr Rica Tri Handayani, Eko Purnomo dan Veni Orinanda membacakan pembelaan atau pledoi atas tuntutan jaksa di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Selasa (13/09/2016). Dalam pembelaan tersebut kuasa hukum yang diketuai Jeremias Lemek SH menyampaikan tuntutan yang dilakukan Jaksa yakni pasal 328 KUHP tentang penculikan tidaklah tepat. Menurutnya dr Rica pergi ke Kalimantan atas keinginan pribadi dengan maksud mengubah kehidupan.

"dr Rica menulis surat terbuka dalam akun Facebook miliknya bahwa dia tidak diculik dan pergi ke Kalimantan atas kemauan sendiri dengan tujuan mengubah hidup. Apalagi dr Rica juga sudah dewasa dan memiliki intelektual dibuktikan dari pendidikan yang jauh lebih tinggi daripada para terdakwa," ungkapnya.

Tak hanya itu, kuasa hukum juga merasa keberatan dengan perlakuan Polisi dan Jaksa pada kedua terdakwa. Menurut Jeremias kedua kliennya diperlakukan seperti penjahat dengan tangan diborgol padahal tengah menggendong anak.

Dalam pledoi yang diisi dengan kutipan karya sastra budayawan Goenawan Muhammad tersebut, kuasa hukum pun meminta Majelis Hakim yang diketuai Ninik Hendras Susilowati SH untuk membebaskan kedua terdakwa dari tuntutan. "Kami mohon majelis hakim membebaskan terdakwa karena kepergian dr Rica ke Kalimantan adalah program komunitas Gafatar bukan karena diculik Eko Purnomo dan Veni Orinanda seperti tuduhan Jaksa," imbuhnya.

Jaksa penuntut umum menyangkakan pasal 328 KUHP tentang penculikan pada terdakwa Eko dan Veni. Tuntutan 7 tahun penjara pun diberikan pada kedua terdakwa yang merupakan pasangan suami istri tersebut. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI