Dua Penjual Burung dan Lutung Ditangkap

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY mengamankan dua orang penjual satwa yang dilindungi. Dua orang yang telah berstatus tersangka itu yakni GS (33) dan EP (23) warga Yogya yang diamankan dalam laporan polisi berbeda.

Wadir Reskrimsus AKBP FX Endriadi SIK menjelaskan, terungkapnya kedua kasus itu setelah petugas melakukan patroli cyber. “Saat patroli cyber, kami menemukan dua akun media sosial yang menawarkan beberapa ekor hewan yang satwa dilindungi. Petugas kemudian melakukan penyamaran, dengan berpura-pura sebagai pembeli,” jelas Endriadi didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto SIK, Rabu (30/06/2021).

Tersangka GS, ditangkap saat membawa 8 ekor burung Nuri Maluku atau Red Loti (Eos Bornea) endemi Indonesia yang akan dijual kepada petugas yang menyamar. Oleh tersangka, rencananya burung yang didapatkan dari Jawa Timur itu dijual Rp 1 juta tiap satu ekor.

Sedangkan tersangka EP, ditangkap saat akan menjual tiga ekor Lutung Budeng warna hitam (Trachypithecus Auratus). Tiga ekor Lutung itu akan dijual seharga Rp 1.550.000 kepada petugas yang menyamar sebagai pembeli. Penangkapan dilakukan di lokasi COD, Lapangan Bogem, Kalasan.

“Kedua tersangka tidak dilakukan penahanan, namun mereka terancam Pasal 40 ayat (2) Junto Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI tahun 1990, ancaman maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta,” ucap AKBP Endriadi.

Sedangkan Kepala BKSDA DIY, M Wahyudi penjualan satwa yang dilindungi, menjadi atensi jajarannya. Pihaknya mengapresiasi beberapa kali ungkap kasus baik dengan modus konvensional maupun online,yang dilakukan Polda DIY. “Kita imbau masyarakat tidak memiliki satwa yang dilindungi, karena ada aturan hukum yang melarangnya,” tandanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wahyudi juga memberikan penghargaan dari Dirjen KSDA kepada Kasubdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Kompol Wilson BF Pasaribu atas terungkapnya kasus itu. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI