Dua Sekolah di Sleman Masih Numpang Ujian

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sejumlah SMP dan Madrasah masih menumpang di sekolah lain dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mendatang. Dinas Pendidikan Sleman berusaha mempersiapkan khususnya soal sarana dan prasarana agar pelaksanaan UNBK mendatang berjalan lancar.

SMPTK Jogja Patriae menjadi salah satu sekolah yang pelaksanaan ujiannya masih menumpang di SMPN 4 Sleman. Terkait kebijakan tersebut, Kepala SMPN 4 Sleman Lilik Mardiningsih MPd mengaku tidak masalah.

Saat ini SMPN 4 Sleman telah memiliki 74 unit komputer dan tiga server yang digunakan untuk UNBK mendatang. Menurut Lilik, karena siswa dari SMPTK Jogja Patriae hanya sedikit, tidak akan mengganggu pelaksanaan UNBK siswa SMPN 4 Sleman. ”Ujiannya nanti di ruangan yang sama dengan siswa kami. Jadwalnya juga sama, jadi tidak akan mengganggu ujian,” ujarnya.

Pelaksanaan UNBK di SMPN 4 Sleman hanya dilakukan dalam dua sesi. Tahun lalu SMP Olifant juga ikut menumpang di SMPN 4 Sleman. Namun SMP Olifant sudah diakreditasi dan tahun ini hanya SMPTK Jogja Patriae yang melaksanakan ujian di SMPN 4 Sleman.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Arif Haryono menambahkan, terkait dengan sarana prasarana pihaknya sudah melakukan pendataan. Khususnya dengan ketersediaan komputer di masing-masing SMP Negeri maupun Madrasah.

”Memang ada yang belum bisa melakukan secara mandiri. Ada beberapa madrasah, tapi tidak banyak. Nanti akan menggunakan serana dari sekolah yang lain,” ujarnya.

Arif mengungkapkan, jumlah SMP atau madrasah yang masih numpang dan gabung di sekolah lain hanya dua, yaitu MTs Al Barokah yang memiliki 9 siswa. MTs Al Barokah gagal akreditasi sehingga pelaksanaan UNBK dan administrasinya gabung di MTs Nur Iman.

Sekolah kedua yakni SMPTK Jogja Patriae, dua orang siswanya gabung di SMPN 4 Depok. Untuk jumlah peserta UNBK di Sleman sendiri ada 15.230 siswa.

”Kami juga sudah berkoordinasi dengan PLN agar pada hari pelaksanaan UNBK tidak ada pemadaman. Tapi lebih baik pihak sekolah menyediakan genset,” tandas Arif.

Agar para siswa berhasil dalam pelaksanaan UNBK mendatang, pihaknya sudah membuat program sukses ujian di tingkatan sekolah,

Pokja yang ada di kecamatan dan di tingkat kemitraan. Seperti adanya program tambahan belajar, tryout dan achievement motivation training bagi siswa dan orang tua yang dilaksanakan di tingkat sekolah. Selain itu, penyusunan soal yang dilakukan sekolah oleh guru mapel untuk latihan-latihan.

”Untuk tingkat kelompok kerja (pokja) ada program bedah kisi-kisi bagi guru mapel yang di UNBK-kan. Termasuk analisis bobot tingkat kesukaran soal-soal. Dari upaya ini diharapkan akan terlihat materi apa saja yang dirasa sukar dipecahkan siswa,” pungkas Arif. (Aha)

BERITA TERKAIT