Dugaan Kekerasan Seksual, UII Dorong Korban Bawa ke Ranah Hukum

SLEMAN, KRJOGJA.com – Universitas Islam Indonesia (UII) langung membentuk tim investigasi terkait dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan alumnusnya, IM. UII secara tegas tidak memberi tempat untuk segala jenis pelecehan dan kekerasan seksual. Selain itu, UII mendorong korban untuk membawa masalah ini ke ranah hukum karena status IM sudah sebagai alumnus. Pihak UII langsung meminta LKBH FH UII memberi bantuan atau pendampingan hukum jika diperlukan korban.

Rektor UII Prof Fathul Wahid PhD mengemukakan hal tersebut dalam siaran pers yang dikeluarkan Rabu (29/4/2020) jelang tengah malam. Diakui, setelah mendapat selebaran daring pihaknya langsung melakukan pelacakan informasi termasuk pengaduan atau laporan resmi. “Kami tidak menemukan. Meski demikian, kami menganggap serius isu ini. Posisi UII sangat tegas, tidak memberi ruang kepada tindakan pelecehan atau kekerasan seksual. Kami membentuk tim untuk melakukan verifikasi terhadap tuduhan Aliansi UII Bergerak,” katanya.

Upaya mendorong ke ranah hukum disebut Fathul karena hal itu dinilai satu-satunya yang bisa dilakukan saat ini, mengingat IM sudah lulus sejak 4 tahun silam. Dengan proses hukum menurutnya akan bisa diketahui jika memang terbukti (bersalah). “Jika hal itu benar, UII tidak akan kontak lagi dengan yang bersangkutan. Cuma ini kan baru sepihak dari aliansi. Dalam perspektif hukum harus ada proses pembuktian itu juga harus kita junjung juga,” kata Fathul.

BERITA REKOMENDASI