Dugaan Korupsi Dana PNPM Ditingkatkan ke Penyidikan

SLEMAN (KRjogja.com) – Kejari Sleman meningkatkan penyelidikan perkara dugaan korupsi dana bergulir dana PNPM Mandiri tahun 2008-2014 di Jogotirto Berbah Sleman ke tahap penyidikan. Sekarang ini tim penyidik sudah melakukan pemeriksaan saksi sekitar 15 orang.

Kasi Pidsus Kejari Sleman Yulianta SH, Jumat (16/9/2016) mengungkapkan, perkara ini sudah mulai penyelidikan Mei 2016 dan mulai ditingkatkan ke penyidikan akhir bulan kemarin. Peningkatan ini setelah tim penyidik menemukan dugaan kuat korupsi.

"Setelah dilakukan pengumpulan data dan pengumpulan keterangan, dugaan ada kerugian negara. Makanya langsung kami tingkatkan ke tahap penyidikan, " ungkapnya.

Sekarang ini tim penyidik terus melakukan penyidikan dan telah memeriksa sekitar 15 orang. Meskipun sudah ditingkatkan ke penyidikan, hingga sekarang ini tim penyidik belum menentukan tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana bergulir PNPM Mandiri tahun 2008-2014.

"Kami tidak terburu-buru dalam menentukan tersangka. Kami masih menggali untuk menentukan calon tersangka, salah satunya mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi. Jika sudah yakin, tersangka akan segara kami sampaikan, " ujarnya.

Dijelaskan, dana bergulir PNPM Mandiri ini seharusnya disalurkan ke masyarakat dan diberi waktu selama 1 tahun untuk pelunasan. Namun mulai tahun 2008-2014 diduga ada penyaluran dana bergulir secara fiktif. Dalam perhitungan sementara, diduga ada kerugian sekitar Rp 281 juta.

"Dugaan sementara, ada pengajuan dana bergulir ke PNPM Mandiri dari kelompok masyarakat. Namun kelompok masyarakat tersebut kenyataannya tidak mengajukan, " ujarnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI