Dugaan Perkosaan Mahasiswi UGM, Polisi Panggil 19 Saksi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY memastikan kelanjutan penanganan kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan dengan korban AL mahasiswi FISIPOL UGM. Hingga Senin (31/12/2018) Polisi sudah memeriksa 19 saksi dalam kasus tersebut termasuk korban dan terlapor HS yang juga mahasiswa UGM. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Polisi Hadi Utomo mengatakan pihaknya telah menaikkan tahapan kasus tersebut ke penyidikan sejak 10 Desember 2018. Diakui Hadi, pihaknya telah memeriksa setidaknya 19 saksi terkait kasus yang terjadi du Seram Barat Maluku 1 Juli 2017 lalu. 

“19 saksi diperiksa sampai saat ini, ada dari teman dekat, teman kuliah, pegawai UGM dan dosen juga. Intinya banyak pihak kita mintai keterangan,” ungkapnya pada wartawan Senin (31/12/2018). 

Kepada wartawan, Hadi juga menyatakan bawasanya pihaknya telah memintai keterangan baik korban AL maupun terlapor HS. “Korban sudah beberapa kali sementara HS sudah sekira dua kali kami periksa. Saat ini statusnya masih belum tersangka,” tegasnya. 

Polisi menampik adanya kabar beredar telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan tersebut. “Kalau beredar ngomong SP3 itu terlalu dini. Penyidikan tetap dilakukan dan transparan karena kita tahu jadi perhatian publik. Kita sangat hati-hati artinya kita akan dalami sesuai aturan KUHAP,” sambungnya. 

Untuk menaikkan ke tahap penyidikan, polisi menggunakan dasar laporan dari Arif Nurcahyo yang merupakan Kepala Pusat Keamanan Keselamatan dan Lingkungan UGM. “Karena ini delik biasa maka siapapun bisa melapor pada polisi ketika ia mendengar atau melihat adanya tindak pidana,” ungkapnya lagi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI