Dukuh Karangmojo Bagikan Tanah Bengkok kepada Ketua RT

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Karangmojo Purwomartani Kalasan Sleman kini memiliki Kepala Dusun (Kadus) baru. Kepala Desa Purwomartani, Semiono secara resmi melantik Andy Rakhmat Santoso sebagai Kadus Purwomartani, Rabu (20/11/2019). Usai dilantik, Andy Rakhmat Santoso akan membagi tanah pelungguh kepada warga masyarakat khususnya pengurus RT dan RW serta PKK hingga ketua pemuda.

Keinginannya untuk membagikan tanah pelungguh atau tanah bengkok yang menjadi hak seorang Kadus (Dukuh) bukan tanpa alasan. Selain untuk membantu meningkatkan penghasilan para ketua RT/RW hal itu dilakukan karena dia merasa cukup dengan apa yang dimilikinya saat ini.

“Kalau saya dapat tanah pelungguh, saya akan bagikan. Tapi saya belum tahu luasnya berapa, yang jelas nanti saya akan membahas masalah ini dengan RT/RW dan pengurus lainnya,” katanya kepada KRJOGJA.com, Jumat (22/11/2019).

Menurut Andy Rakhmat Santoso jika mereka mendapatkan tambahan pemasukan dari tanah pelungguh, maka otomatis akan lebih bersemangat untuk bekerja dan mengabdi pada masyarakat. Dengan programnya itu ia berharap di Dusun Karangmojo tak akan ada praktik-praktik menyimpang.

Sebagai seorang dukuh, Andy Rakhmat Santoso bertekad membagikan pengalamannya selama bertahun-tahun di dunia bisnis untuk memajukan dusunnya. Sejumlah terobosan ia lakukan. Mulai dari mendorong dan membantu UMKM mengurus perizinan. Hingga memanfaatkan teknologi seperti website untuk kepentingan dan kemajuan dusun.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membangun Dusun Karangmojo. Seperti Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM serta sejumlah instansi lainnya. Termasuk dengan BNN Kabupaten. untuk mencegah terjadinya penyebaran narkoba di Karangmojo,” kata Andy.

Sebelum menjabat sebagai Dukuh, Andy Rakhmat Santoso merupakan seorang pengusaha sukses. Namun sebelum itu semua diraih, pria berusia 35 tahun ini juga mengecap pahit getirnya kehidupan.

Andy Rakhmat Santoso mengawali karirnya dengan menjadi loper koran sejak masih belia. Mulai dari kelas 2 SD ia sudah membantu ayahnya menjual koran, perkejaan itu ia lakukan hingga SMP hingga SMA bahkan kuliah.

Selepas lulus kuliah sekitar tahun 2006, Andy Rakhmat Santoso pun memulai bisnisnya sendiri. Uang hasil bekerja sebagai loper koran salama bertahun-tahun yang ia tabung, ia kumpulkan untuk memulai usaha di bidang laundry.

Dalam waktu singkat, usahanya berkembang pesat. Kini Andy Rakhmat Santoso telah memiliki sejumlah pabrik pewangi laundry di beberapa lokasi. Sedikitnya memegang 8 merk dagang dengan 61 jenis pewangi laundry dan deterjen cair.

Ia bahkan memiliki sedikitnya 415 cabang usaha frainchase laundry di 34 propinsi di Indonesia dengan omset milyaran rupiah setiap bulannya. Itu belum termasuk sejumlah usaha lainnya yang ia kembangkan, seperti kantor pengacara, usaha produksi bawah hitam tunggal, rias pengantin dan souvernir, toko fashion.

“Semua itu titipan dari-Nya, kita hanya berusah dan berdoa serta menjalaninya. Yang penting lagi, jangan lupa untuk tetap berbagi kepada sesama dan melakukan hal-hal kebaikan,” pesannya. (*)

BERITA REKOMENDASI