Dukung Program 1000 Aktuaris, Mahasiswa FMIPA UGM Terima Beasiswa

SLEMAN, KRJOGJA.com – Profesi aktuaris di Indonesia ternyata masih sangat rendah jumlahnya. Tercatat, berdasar data Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) baru sekitar 500 orang saja yang memilih profesi aktuaris di seluruh Indonesia. 

Fakta inilah yang kemudian mendorong AXA Mandiri dan AXA untuk melakukan kerjasama dengan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) UGM. Kali ini wujud perhatian nyata kembali ditunjukkan AXA yang memberikan beasiswa bagi lima mahasiswa untuk menempuh pendidikan aktuaris. 

Rudy F Manik, Chief Human Resources Officer AXA Indonesia mengatakan pemberian beasiswa kepada lima mahasiswa FMIPA UGM merupakan upaya mewujudkan program 1000 aktuaris yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut dia, industri salah satunya asuransi membutuhkan tenaga aktuaris yang berkualitas dan bisa didapatkan dari bangku pendidikan. 

“Kami tidak hanya menjalankan bisnis saja tapi berkontribusi untuk Indonesia dalam hal ini kembangkan profesi aktuaris, kami berikan lima beasiswa untuk mahasisea FMIPA UGM. Saat ini jujur Indonesia masih sangat kekurangan. Kali ini kami bekerjasama dengan UGM yang merupakan satu diantara lima universitas terpilih penyelenggara program aktuaria,” ungkapnya usai pemberian beasiswa Kamis (22/11/2018). 

Tak hanya beasiswa, AXA menurut Rudy juga melakukan kerjasama berkesinambungan dalam lima tahun kedepan bersama FMIPA UGM. “Kami tidak hanya bicara nominal, tapi pembangunan SDM misalnya pertukaran ahli baik dari AXA maupun UGM saling mengisi, ada juga pelatihan dan magang, kemudian yang terpenting adalah literasi keuangan ke berbagai elemen masyarakat,” sambungnya. 

Sementara pihak UGM melalui Wakil Dekan Bidang Keuangan Aset dan SDM FMIPA UGM Dr Gunardi melempar apresiasi atas kerjasama yang diinisiasi AXA tersebut. Hal ini diharapkan semakin mengenalkan lebih jauh prodi baru Ilmu Aktuaria di FMIPA UGM yang baru resmi dibuka tahun 2019 nanti. 

“Kami mengapresiasi, karena tentu saja kegiatan yang digagas bersama dengan AXA ini mampu membawa manfaat bagi mahasiswa UGM dan masyarakat. Terlebih, tahun depan 2019 kami punya prodi baru Ilmu Aktuaria yang saat ini jenjang kariernya masih sangat terbuka lebar,” tandasnya. 

Ari Suparwanto, Ketua Departemen Matematika FMIPA UGM menambahkan pihaknya selama ini jadi salah satu universitas yang mendapatkan mandat berkolaborasi dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) untuk menyelenggarakan pendidikan aktuaria. Saat ini untuk menjadi sebuah prodi, pihaknya sudah siap dengan total tenaga pengajar lebih dari tujuh yang menjadi persyaratan utama Dikti. 

“Kami sedang kirim dosen untuk belajar lebih lanjut di Kanada untuk mendalami aktuaria. Meski dari lima perguruan tinggi yang dapat mandat dan kami paling akhir tapi kesiapan kami sudah sangat siap dan memadahi termasuk sinergi dengan PAI. Untuk angkatan pertama tahun depan, kami punya kuota 40 mahasiswa dan harapannya semakin banyak siswa dari SMA yang tertarik meneruskan pendidikan di Ilmu Aktuaria,” ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI