Dusun Pendulan Pilot Project Kampung Tertib Lalu Lintas

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kampung Pendulan Sumberagung Moyudan, menjadi pilot project Kampung Tertib Lalu Lintas di DIY. Program dari Korps Lalu Lintas Polri ini diharapkan bisa berpengaruh bagi masyarakat di pedesaan agar selalu tertib saat berkendara. Misalnya penggunaan helm meski jarak tempuhnya dekat.

Kanit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Sleman Polda DIY, Ipda Riki Heriyanto, mengatakan Kampung Tertib Lalu Lintas merupakan program nasional dan dilaksanakan di seluruh Indonesia. Penilaian akan dilakukan langsung dari Tim Korlantas Polri dan Direktorat Lalu Lintas Polda DIY.

"Dari hasil survei kami, Dusun Pendulan dinilai representatif menjadi Kampung Tertib Lalu Lintas. Termasuk wilayah yang jarang terjadi pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan. Selain itu juga beberapa kali meraih penghargaan sebagai juara Kampung Hijau dan Kampung Keluarga Berencana (KB)," terang Riki.

Keberadaan Kampung Tertib Lalu Lintas bisa menjadi contoh bagi kampung sekitar. Sehingga masyarakat akan memiliki kesadaran untuk selalu tertib saat berkendara. Sebelum tim juri meninjau, petugas Satlantas Polres Sleman telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat Pendulan.

"Persiapannya berupa pemasangan spanduk dan rambu jika diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan Dishub. Serta sosialisasi kepada masyarakat agar tertib berlalulintas, naik motor pakai helm dan yang membawa mobil juga menggunakan seat belt," tandasnya.

Riki tak menampik masyarakat di pedesaan sering melakukan pelanggaran, tidak memakai helm dengan dalih jarak tempuhnya dekat. Namun dengan gerakan Tertib Lalu Lintas, masyarakat bisa taat mulai dari hal kecil yang kasat mata seperti menggunakan helm. "Penyuluhan yang kami lakukan termasuk sebab akibat tidak menggunakan helm saat berkendara," imbuhnya.

Kampung Tertib Lalu Lintas merupakan proyek positif di Sleman untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan. Serta masyarakat di pedesaan diharapkan makin tertib dalam hal kelengkapan administrasi kendaraan bermotor dengan memiliki SIM dan STNK.

Kedepan juga diharapkan Kampung Tertib Lalu Lintas bisa bermunculan di wilayah lain khususnya di Kabupaten Sleman. "Penilaian akan dilakukan pada bulan Maret karena dilaksanakan bertepatan dengan Operasi Keselamatan Progo 2018," tutupnya. (R-2)

BERITA REKOMENDASI