DWS-ACH ke Pondok Tegalrejo, Gus Yusuf : Titip NU dan Wong Cilik

SLEMAN, KRJOGJA.com  – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Nomor Urut 1 Danang Wicaksana Sulistya-Raden Agus Choliq (DWS-ACH) sowan ke Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (28/9). DWS-ACH yang didampingi sejumlah pengasuh pondok pesantren di Mlangi itu bermaksud bersilaturahmi dan memohon doa restu dari KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

“Nggih, saya doakan mas, titip NU dan wong cilik di Sleman,” kata Gus Yusuf yang menerima Paslon Nomor Urut 1 itu di ruang tamu pondok pesantren.

Tak hanya memberikan doa restunya, kyai muda yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah itu memberikan masukan dan saran kepada DWS dan ACH. Gus Yusuf berpesan agar paslon menjalani prosesi pemilihan dengan ikhlas dan tetap menjadikan rakyat Sleman sebagai pertimbangan dalam menyusun program.

Menurut dia, rakyat tetap harus mendapat prioritas dan tidak hanya dijadikan penonton dalam pembangunan. Gus Yusuf juga memberikan wejangan terkait program-program seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan kepada DWS-ACH.

Penulis buku Fiqih Sosial dan Praktis Dari Pesantren : Dari Hukum Makelar Hingga Sumpah Pocong itu menambahkan, dirinya bersyukur dalam hajatan politik tahun ini, NU dan PKB serta PPP Sleman mampu membulatkan sikap mengusung kader internal yang bergandengan dengan Gerindra, sehingga membentuk koalisi yang relijius nasionalis. Menurut dia, koalisi itu adalah bagian dari komitmen membawa bangsa yang majemuk ke arah yang lebih baik.

Selain itu, pengasuh pesantren yang pernah jadi tempat Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menimba ilmu itu juga berpesan agar DWS-ACH selalu mewaspadai penularan Covid-19. Menurut dia, paslon harus mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat dalam menangani pandemi.

“Protokol kesehatan harus diperhatikan mas, jangan sampai kegiatannya menimbulkan klaster baru,” pesan Gus Yusuf.

Kyai yang juga budayawan itu menegaskan, DWS-ACH menghadapi medan tempur yang cukup unik dalam Pilkada Sleman 2020. Menurut dia, meskipun tidak secara langsung, pasangan yang diusung oleh Koalisi Gerbang Persatuan itu seperti dikeroyok petahana.

“Harus waspada, karena petahana ini punya semua perangkat untuk menekan,” ujar dia.

Gus Yusuf menyebut, dari pengalaman PKB di sejumlah wilayah, beberapa petahana memanfaatkan pandemi untuk membatasi langkah lawan. Akses paslon non petahana bahkan dikatakannya kerap menghadapi bermacam hambatan saat akan turun kampanye.

“Misalnya, wilayah basis pendukung ‘dizona merahkan’, bahkan ada calon yang dikarantina dan tidak dapat melakukan kampanye. Pandemi ini rawan dijadikan alat politik, jadi hati-hati,” katanya. Untuk itu, DWS-ACH diminta untuk tetap patuh protokol kesehatan agar kegiatan tetap dapat berjalan lancar. (*)

BERITA REKOMENDASI