Eks Napiter Bom Buku, Penjara Menjadi Titik Balik Kehidupan

Editor: Ivan Aditya

Fajar mengungkap, jika bom pipa itu meledak, maka ledakannya sangat dahsyat. “Jika meledak, ledakannya dahsyat karena terhubung dengan pipa Pertamina,” ungkapnya.

Sempat terdiam beberapa saat lamanya, Fajar kembali menceritakan perkenalannya dengan Pepi. Dari obrolan biasa yang berujung pembicaraan tentang pelatihan las, membuat Fajar semakin tertarik bergabung dengan mereka.

“Dari obrolan santai, kemudian mengarah ke pelatihan las. Saya tertarik apalagi saat itu belum punya pekerjaan dan memang pelatihan lasnya itu nyata, namun rupanya itu hanya kamuflase,” tandas Fajar, yang kala itu hidup di Jabar dengan ibunya, sedangkan ayah tinggal di Yogya.

Fajar enggan menceritakan secara rinci terkait apa saja yang dilakukan selama pertemanan itu. Hanya saja, ia mengingatkan jika lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang sehingga ia berpesan agar berhati-hati. Apalagi akibat pergaulan yang salah, Fajar harus mendekam di penjara selama 3,5 tahun lamanya karena terbukti terlibat aksi teror bom buku.

“Keterlibatan saya karena ikut menyimpan bahan (bom) sehingga mendapatkan vonis 4,8 tahun, namun menjalani 3,5 tahun setelah mendapatkan remisi. Penjara menjadi titik balik kehidupan saya. Entah apa jadinya jika saat itu tidak di penjara, bisa lebih parah,” urai Fajar yang sudah berikrar untuk setia dengan NKRI ini.

BERITA REKOMENDASI