Empat Mahasiswa UNY Ciptakan Sepatu Dari Limbah Kulit

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Empat mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil ciptakan inovasi baru dengan memanfaatkan limbah kulit menjadi sepatu. Melihat banyaknya limbah kulit tersebut, perlu suatu upaya yang bisa mengatasi permasalahan ini. Dari sinilah sekelompok mahasiswa UNY mencium peluang usaha yaitu memanfaatkan limbah kulit ekspor untuk produk sepatu kulit.

Nugroho Aji Wibowo, Muhammad Irfan Nurazzaq, Wulan Agustina prodi Pendidikan Kriya dan Ratna Yunita prodi Pendidikan Akuntansi merancang sepatu dari kulit limbah dipadukan motif hewan langka dengan menerapkan teknik ecoprint. Menurut Nugroho Aji Wibowo motif hewan langka pada sepatu tersebut memberikan nilai edukasi kepada masyarakat terutama konsumen.

Baca juga :

Garuda UNY Sabet Juara 'Best Rookie' di Korsel
Anugerah Doktor Honoris Causa UNY Momen Kembangkan Pendidikan

Sementara itu, sepatu unik motif hewan langka itu mereka memberi nama Sikil Footwear. "Informasi tentang hewan langka juga disampaikan secara tertulis pada packaging dengan tujuan menambah informasi dan meningkatkan kepedulian para pembeli maupun pembaca” kata Nugroho dalam keterangannya belum lama ini.

Muhammad Irfan Nurazzaq menjelaskan, untuk membuat sepatu diperlukan alat seperti penggaris, pensil, penghapus, isolasi kertas untuk pembuatan polanya. Sedangkan alat pembuatan ecoprint yaitu kukusan, kompor, pemukul, plastik dan bak.

“Alat pembuatan sepatunya sendiri adalah mesin jahit, acuan sepatu, plong kulit, pisau kulit. Digunakan pula pisau seset, pemasang mata ayam sepatu, catut, kaki tiga, gunting, dan cutter," ucap Irfan.

Sepatu tersebut mengunakan bahan perca jeans, perca kanvas, daun, tawas, kapur, tunjung, lem pvc, lem kuning, amplas. Juga ada kulit sol, plat, kain keras sepatu, sol sepatu, mata ayam sepatu, pita sepatu, perca kulit, furing, spon ati, dan tali sepatu.

Ratna Yunita menambahkan produk sepatu ini akan dijual secara online melalui aplikasi Instagram, Facebook, Tokopedia, dan Shoope. Selain itu juga dipasarkan secara offline bekerjasama dengan Toko Wenys dan Toko Dwi Jaya yang berada di daerah Manding, Yogyakarta.

Sedangkan proses produksi sepatu ini berlokasi di daerah Sentolo, Kulonprogo yang bekerjasama dengan Worklife Handicraft dalam penyewaan alat pembuatan. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2019. (Ive)

UNY

BERITA REKOMENDASI