Empat Objek Wisata Baru Bakal Dipungut Retribusi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak empat objek wisata baru di Kabupaten Sleman bakal dipungut retribusi karena selama ini belum dipungut. Tujuannya untuk mengembangkan dan meningkatkan fasilitas objek wisata di Kabupaten Sleman.

Kasubag Perundang-undangan Bagian Hukum Setda Sleman, Hendra Adi SH MH menjelaskan objek wisata baru yang akan dipungut retribusi itu meliputi Tebing Breksi, Lava Bantal, Klangon dan Candi Kedulan. Selama ini belum dipungut karena belum ada payung hukum.

"Kami telah menyusun draf raperda tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga untuk mengakomodir pemungutan retribusi di 4 objek wisata tersebut," jelas Hendra.

Alasan penambahan lokasi objek pungut itu karena objek wisata itu sangat potensial. Selama ini Pemkab Sleman juga telah melakukan pengelolaan bersama dengan pemerintah desa.

"Sesuai prinsip retribusi jasa usaha, dalam menentukan tarif, pemda memperhitungkan dengan beban biaya dalam jasa layanan dan fasilitas di objek wisata," tuturnya.

Di samping penambahan lokasi objek pungut, draf tersebut juga untuk menghapus retribusi wisata Menara Pandang Kaliurang. Selain itu menghapus retribusi kendaraan yang masuk objek wisata.

"Untuk Menara Pandang itu merupakan bagian dari wisata Kaliurang. Sedangkan untuk retribusi kendaraan juga dihapus karena di dalam pariwisata akan dikenai retribusi parkir," terangnya.

Dalam draf raperda, rencana ada kenaikan tarif retribusi dari Rp 2.000 menjadi Rp 5.000 untuk wisatawan nusantara. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara Rp 10.000. Penetuan besaran tarif yang diusulkan berdasarkan kemampuan bayar masyarakat.

"Dulu ada beberapa objek wisata yang belum membedakan wisatawan nusantara dan mancanegara, tapi sekarang akan dibedakan. Sedangkan untuk anakanak tidak dipungut retribusi," tuturnya.

Pemungutan retribusi di objek wisata ini untuk mendukung pengembangan dan peningkatan fasilitas objek wisata. Selain itu juga memberikan kepastian hukum bagi hasil retribusi pada pemerintah desa di objek wisata. "Tentunya ini akan menguntungkan bagi pemerintah setempat," terang Hendra.

Terpisah anggota DPRD Kabupaten Sleman Prasetyo Budi Utomo SSos mengatakan, jika nanti sudah menarik retribusi, Pemkab Sleman harus bertanggungjawab terhadap kebutuhan fasilitas objek wisata. Khususnya pemberian fasilitas di objek wisata Tebing Breksi.

"Jangan hanya sekadar menarik retribusi, tapi fasilitas pendukung wisata perlu dipenuhi. Soalnya di Tebing Breksi itu, justru fasilitas lebih banyak dipenuhi Pemda DIY. Sedangkan fasilitas dari Pemkab baru sedikit," kata Prasetyo.

Menurutnya, dengan pemenuhan fasilitas itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman. Selain itu juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. "Sektor pariwisata ini memiliki dampak yang besar. Ketika pariwisatanya maju, tentunya ekonomi juga akan ikut meningkat," jelasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI