Evakuasi Pohon Tumbang, Relawan Digigit Ular

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sutakat, relawan Seyegan Rescue digigit ular ijo saat evakuasi pohon tumbang di Mriyan Margomulyo Seyegan. Korban sempat dirawat sehari di rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan STp MT mengatakan, saat itu korban sedang ikut mengevakuasi pohon tumbang akibat angin kencang. Kemudian kaki kiri korban gigit ular ijo. 

"Korban langsung dilarikan ke RSA UGM. Bahkan korban sempat menginap semalam di rumah sakit," jelasnya, Minggu (15/12/2019).

Untuk biaya pengobatan korban, ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sebelumnya BPBD Kabupaten Sleman juga telah mengeluarkan 600 BPJS Ketenagakerjaan bagi para relawan. "Kebetulan korban ini memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS," jelas Makwan. 

BPBD Sleman mengimbau kepada relawan untuk hati-hati saat melakukan penanganan bencana. Sebaiknya menggunakan alat pelindung diri seperti helm, jaket, sepatu dan sarung tangan. Selain itu membawa kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi yang memiliki. "Alat perlindung diri itu sangat penting. Jangan sampai diabaikan. Hal itu untuk meminimalisasi kecelakaan saat penanganan bencana,"  ujar Makwan.

Sebelumnya Jumat (12/12/2019) sekitar pukul 16.20, puting beliung menerjang kawasan Wisata Bunker Kaliadem Cangkringan. Dalam peristiwa itu gardu penarikan parkir ikut terbang angin. Sedangkan angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah di Sleman lainnya menyebabkan sekitar 9 rumah dan bangunan rusak. 

Makwan mengungkapkan, sebelum turun hujan, puting beliung menerjang Bunker Kaliadem. Angin berputar-putar di kawasan Kaliadem terjadi sekitar 1 menit. Sejumlah wisatawan sempat berlarian untuk menyelamatkan diri. Gardu tempat untuk menarik parkir terbang terbawa angin. "Kerusakan hanya gardu penarikan parkir yang ada di kawasan Kaliadem. Untuk korban tidak ada," tuturnya.(Sni) 

BERITA REKOMENDASI