Faham Radikal Mengancam, Tokoh Lintas Agama Ajak Jaga Semangat Toleransi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menginjak usia 76 tahun Indonesia merdeka terlebih setelah 23 tahun reformasi faham-faham intoleransi dan radikalisme justru semakin menonjol. Hal ini menjadi keprihatinan warga bangsa semua bahkan intoleransi dan radikalisme menonjol terjadi di kota-kota besar di ibukota provinsi bahkan ibukota negara, yang sebagian besar warganya sudah melek pendidikan dan melek hukum.

Hal inilah yang menjadi bahan diskusi oleh beberapa tokoh lintas agama, seperti Wakil Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU Pusat, KH Umaruddin Masdar, Kepala PUSDEMA (Pusat Kajian Demokrasi dan HAM), Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Baskara T. Wardaya SJ, Ketua DPD MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia) Sleman, Soelistijono SE, serta Penasehat Parisada Hindu Dharma Indonesia(PHDI) Sleman dan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Proklamasi (FE-UP) 45, Ir. Anak Agung Alit Merthayasa, M.S., Ph.D. Kegiatan digelar Kamis (23/12/2021) di Atrium Resort and Hotel Sinduadi Mlati Sleman.

“Indonesia merupakan negara luar biasa. Penuh ragam suku, agama dan ras, ini harus kita jaga. Jangan hanya karena segelintir orang dengan seenaknya mengkafirkan orang membuat kita terpecah belah, membuat negara ini kacau,” ujar  Baskara T. Wardaya.

“Merdeka dalam keberagaman itu suratan yang diperjuangakn para pejuang kita. Sehingga kini tanggung jawab kita untuk menjawab tantangan dunia dengan SDM yang unggul yang berpikir jauh kedepan untuk peradaban yang lebih baik lagi,” imbuh Soelistijono.

BERITA REKOMENDASI