FKIP UMBY Bahas Merdeka Belajar Saat dan Setelah Pandemi

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menggelar Seminar Nasional bertema “Transformasi Pendidikan di Era Merdeka Belajar: Menjawab Tantangan pada Masa dan Pasca Pandemi” Kamis, (9/12/2021). Banyak hal dibahas menghadirkan narasumber menarik termasuk bagaimana Merdeka Belajar diterapkan dalam era pandemi dan nanti pasca pandemi.

Narasumber berkompeten dihadirkan yakni Prof Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. Guru Besar UPI Bandung dan Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan, Dr Jahani, SE.MM Dit. SMK Kemendikbudristek juga Dr Gumawang Jati, M.A selaku President of iTELL Indonesia.

Dekan FKIP UMBY, Nuryadi, mengatakan isu tentang Merdeka Belajar sangat penting untuk disampaikan kepada calon guru. Apalagi menurut dia, kurikukum merdeka belajar muncul saat masa pandemi dan nantinya akan diterapkan pula usai pandemi.

“Kami ingin menyikapi transformasi pendidikan dari luring, online dan hybrid yanf akan memberikan nuansa berbeda dari kongitif anak, sikap dan karakter baik siswa dan guru. Ini yang kami bahas dengan detail, apalagi calon-calon guru UMBY akan mempersiapkan generasi Indonesia menyambut 2045,” ungkapnya.

Kemendikbudristek berupaya menciptakan SDM unggul melalui kebijakan yang menguatkan peran seluruh insan pendidikan telah dilakukan melalui berbagai macam upaya di masa pandemi ini demi perbaikan mulai dari perubahan paradigma belajar, peluncuran kampus merdeka sampai ke program sekolah penggerak. Transformasi yang dilakukan demi peningkatan kualitas pendidikan tersebut selama ini memiliki berbagai macam tantangan dan pengalaman dari berbagai aspek yang terkait dengan pendidikan.

Dr Gumawang Jati menekankan Learning Space, Virtual Space, Interaction dan Tech Tools for interaction sebagai best practice implementasi pembelajaran di era saat ini. “Pembahasan dari teknologi dalam pendidikan dan penelitian, inovasi layanan bimbingan konseling, sport science, ethnomatika,  sampai dengan edupreneurship dan lain-lainnya berlangsung dengan sangat menarik dan menghasilkan berbagai macam manfaat baik mengacu pada implementasi pembelajaran sampai dengan masukan untuk kebijakan bagi pendidikan kita,” ungkap Gumawang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI