FKTP Gandeng Penyuluh Agama Perang Melawan Radikalisme

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKTP) DIY menggandeng penyuluh agama untuk menghadapi serangan faham radikalisme. Para penyuluh ini sudah terbiasa berbicara di depan umum baik di tempat ibadah maupun langsung ke kelompok masyarakat.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Andi Intan Dulung mengatakan, selama ini paham radikalisme yang diketahui masyarakat masih sebatas kejadian insidentil seperti misal teror bom.

"Terorisme jangan dianggap seketika terwujud. Tapi skenarionya itu sudah direncanakan dengan baik," katanya dalam penguatan kapasitas penyuluh agama dalam menghadapi radikalisme melalui FKPT DIY di Hotel Crysta Lotus Jalan Magelang, Rabu (21/3).

Salama ini proses dalam penyebaran radikalisme itu dimulai dari kelompok kecil dan terjun langsung ke masyarakat. Jika dalam suatu daerah ada kelompok yang terkesan eksklusif, wajib dicurigai. Karena melalui kelompok kecil tersebut, biasanya ujaran kebencian terhadap sesuatu masuk.

Dari situ orang dibuat langsung percaya dengan pemimpin kelompok tersebut. Dan mereka langsung menilai kalau tindakan masyarakat lain itu salah. Karena tidak sesuai dengan pemahaman yang mereka ketahui.

"Tahun politik ini juga harus diwaspadai. Karena yang namanya teror itu sudah pasti radikalisme. Karena disitu ada teror untuk memihak ke kelompok tertentu. Dan ini juga harus diwaspadai," jelasnya.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI Khoiruddin mengapresiasi ajakan dari BNPT melalui FKPT DIY. Karena dengan kegiatan ini para penyuluh agama juga bisa mendapatkan update informasi perihal paham radikalisme.

"Harapannya para penyuluh agama ini dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Kita bersama-sama melawan hoax. Termasuk juga terkaitan ajakan untuk paham radikalisme," urainya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI