FORPI Sleman Mendorong Perluas Jaring Pengamanan Berbasis Komunitas

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Untuk mengantisipasi dampak Covid-19 yang kini belum ada kapan akan berakhir, FORPI Kabupaten Sleman mendorong manajemen penanganan berbasis komunitas dengan mengoptimalkan gugus covid-19 di level dusun.

Misalnya membentuk lumbunglumbung pangan di tiap dusun sebagai upaya antisipasi dampak ekonomi yang berkepanjangan atau menggalang solidaritas sosial, di antara warga di dusun dimana orangorang mampu di dusun tersebut dapat mendonasikan sodaqoh atau zakat untuk dikumpulkan dan dikelola oleh gugus covid di kampung. Kearifan lokal menjadi pertimbangan utama.

Demikian antara lain kesimpulan dalam diskusi daring yang digelar FORPI Sleman, Jumat (08/05/2020) dipimpin oleh koodinatornya Octo Lampito. Diskusi diikuti oleh semua anggota, Hempri Suyatna, Tutik Purwaningsih, Nurcahya Praba, Agus Nughroho dan Taufik.

Jaring pengaman sosial yang ada ini diharapkan akan membantu masyarakat yang mengalami dampak sosial ekonomi akibat covid-19 khususnya mereka yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten maupun stakeholder yang lain. Ini sekaligus menanggapi, masih belum lancarnya bantuan sosial yang dibagikan pemerintah.

Selain itu, Forpi Sleman juga mendesal perbaikan manajemen bencana dengan langkah-langkah diantaranya mendorong pemetaan program-program penanganan covid-19 yang sudah dilakukan pemerintah pusat, propinsi serta stakeholder seperti organisasi partai politik, organisasi sosial keagamaan, perusahaan, perguruan tinggi. Dengan demikian, dapat ditemukan kekosongan program yang belum dilakukan sehingga program dapat lebih fokus dan semua masyarakat diharapkan dapat terjangkau.

BERITA REKOMENDASI