FPPI Gagas Anugerah Pemberdayaan Perempuan ‘Puan Nusantara’

SLEMAN, KRJOGJA.com – Forup Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) yang merupakan bagian dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggagas anugerah untuk pemberdayaan perempuan bertajuk “Puan Nusantara”. Anugerah yang baru kali pertama diadakan untuk insan-insan dari berbagai kalangan pemberdaya perempuan tersebut seturut rencana bakal dilaksanakan 8 Desember 2019 nanti. 

Wiendu Nuryanti, Ketua FPPI mengatakan anugerah Puan Nusantara digagas karena pihaknya melihat belum banyak mata yang mengapresiasi kerja nyata pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput. Padahal, sosok-sosok yang berada di garis bawah inilah penggerak sekaligus peduli dengan nasib perempuan. 

“Selama ini kan kita lihat penghargaan itu untuk perempuan-perempuan di tingkat atas seperti CEO, menteri atau yang menduduki kalangan atas yang memang memiliki prestasi. Tapi untuk perempuan atau orang-orang di tingkat bawah yang memberdayakan perempuan, mereka belum diapresiasi,” ungkapnya pada wartawan dalam temu pers di kawasan Condongcatur, Rabu (25/9/2019) petang. 

Wiendu mengungkap saat ini seluruh anggota FPPI di DIY mulai turun ke bawah untuk mencari sosok-sosok perempuan berdaya atau pihak lain termasuk laki-laki yang memiliki keseriusan dalam berbagai bidang. FPPI juga meminta masyarakat memberikan informasi ketika menemukan sosok yang dirasa punya komitmen pada perempuan. 

“Formulir kami sebar melalui sosial media seperti Instagram fppi.diy. Selain itu pengurus FPPI juga mencari calon dengan turun ke bawah sesuai bidang masing-masing. Kami juga akan terus lakukan sosialisasi. Kami masih terus tunggu sampai 10 November nanti,” sambung dia. 

Ketua Pelaksana Puan Nusantara, Enny Ratna Dewi menambahkan setidaknya ada 11 kategori penghargaan yang akan diberikan pada 8 Desember mendatang yakni bidang kebudayaan, pariwisata, industri kreatif dan kewirausahaan, pendidikan, kesehatan baik individu, fasilitas dan kelompok. “Paling puncak penghargaan untuk Puan Nusantara yakni yang mampu memberdayakan perempuan seturut bidangnya. Menariknya, penerima penghargaan ini bisa laki-laki, kalau sosok itu benar-benar konsern pada pemberdayaan perempuan,” sambung dia. 

Bambang Sunaryo, Dewan Juri Puan Nusantara pun berharap anugerah tersebut bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengapresiasi tokoh-tokoh pemberdayaan perempuan. “Harapan kami dimulai dari Yogyakarta, bisa membawa inspirasi dan diikuti daerah lain di Indonesia. Kita sama-sama memberikan apresiasi pada sosok yang bekerja di bawah, menyentuh langsung masyarakat,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI