Gandeng Kodim 0732/Sleman, Alfamidi Fasilitasi Vaksinasi Booster Masyarakat dan Karyawan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemberian vaksinasi booster terus digencarkan semua pihak guna mengantisipasi merebaknya Covid-19 dan masih minimnya akses masyarakat. Salah satunya silakukan oleh Alfamidi Yogyakarta dengan menggandeng Kodim Sleman.

 

“Kami menggandeng Tim Kesehatan Kodim Sleman guna menyediakan akses Vaksin booster bagi masyarakat. Total ada 600 sampai 1000 vaksin yang bisa dimanfaatkan karyawan maupun masyarakat umum. Saat ini sekitar 60 persen karyawan sudah divaksin booster,” kata Kepala Cabang Alfamidi Yogyakarta Widodo disela pelaksanaan vaksinasi booster massal, Kamis (31/3) di Gudang Jalan Janti.

 

Widodo menjelaskan melalui vaksinasi massal ini bisa dimanfaatkan 400 orang bagi karyawan dan keluarganya. Ternasuk masyarakat yang belum lengkap imunisasinya. Selain itu, diharapkan mendukung tercapainya kekebalan masyarakat (herd immunity) terhadap Covid-19. Apalagi mendekati Ramadan dan mudik Lebaran, pemberian vaksinasi booster menjadi syarat saat beribadah sampai mudi

 

“Alhamdulillah selama pandemi Covid-19, karyawan tidak ada yang menderita gejala berat. Adapun namun bisa cepat pulih dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kegiatan serupa juga dilakukan Alfamidi cabang lain guna memperluas akses pemberian vaksin booster,” tandasnya.

 

Sebagaimana diketahui gerakan Serentak Vaksinasi Booster atau GeBer Booster yang dilakukan Pemkab Sleman sejak 17 Maret belum mampu mendongkrak jumlah sasaran vaksinasi dosis ketiga secara signifikan.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Khamidah Yuliati mengatakan berdasarkan data Dinkes Sleman capaian vaksinasi per 24 Maret untuk dosis pertama menyentuh 100,4% dari jumlah sasaran sebanyak 972.652 orang. Jumlah tersebut meningkat dari data sebelumnya, di mana per 20 Maret mencapai 99,8%.

 

Adapun capaian dosis kedua belum menembus 100%. Dinkes mencatat, capaian vaksinasi kedua baru mencapai 93,1% atau naik 0,9% dari sebelumnya 92,2%.

 

“Nah untuk dosis ketiga atau booster, baru mencapai 20,20 persen atau naik 3,08 persen dari sebelumnya 17,12 persen,” katanya.

 

 

Yuli menjelaskan, ada sejumlah hal yang menyebabkan masih rendahnya capaian vaksinasi booster di Sleman. Pertama, warga masih beranggapan pemberian vaksinasi dosis ketiga tersebut tidak memiliki konsekuensi apapun. “Karena warga merasa booster tidak sebagai syarat tertentu,” katanya.

Kondisi tersebut berbeda saat pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua yang menjadi syarat wajib untuk bepergian. Selain itu, lanjut Yuli, ada sebagian warga yang masih beranggapan pemberian vaksinasi booster tidak diwajibkan atau bersifat pilihan.

“Penyebab terakhir, bisa jadi karena warga baru selesai terpapar Covid-19,” katanya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI