Gejayan Memanggil 2 Dilakukan Hari Ini, Massa Buat 6 Panggung Orasi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Aliansi Rakyat Bergerak kembali menggelar aksi unjukrasa bertajuk GejayanMemanggil Senin (30/9/2019) hari ini. Lima isu diusung dalam aksi tersebut yakni permasalahan KPK, pelanggaran HAM, UU Pertanahan, Militerisme dan pelanggaran HAM di Papua hingga pembakaran hutan. 

Dari informasi yang dikumpulkan, paling tidak massa aksi akan menyebar enam panggung di sepanjang jalan Gejayan mulai dari beringin di jembatan merah hingga pertigaan Kolombo dan simpang tiga Jalan Urip Sumoharjo. Namun begitu mereka menyatakan aksi tersebut merupakan aksi damai yang dilakukan mahasiswa dan pelajar untuk menyikapi dinamika yang terjadi beberapa waktu belakangan. 

BACA JUGA :

Aksi Damai Gejayan Memanggil Jilid Dua Kembali di Gelar

Padati Simpang Gejayan, Ribuan Mahasiswa Sampaikan Tuntutan

Narahubung aksi Nailendra melalui press release pada wartawan mengatakan mahasiswa dan pelajar juga masyarakat yang ikut dalam aksi tersebut ingin menuntut negara agar tak melakukan represi serta kriminalisasi terhadap gerakan rakyat. Aliansi juga meminta presiden Joko Widodo segera menerbitkan perppu terkait UU KPK, dan mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. 

Namun begitu dalam aksi GejayanMemanggil kali ini banyak instansi seperti sekolah dan universitas kembali menyatakan larangan pada siswanya untuk ikut turun ke jalan. Setelah beberapa hari lalu siswa SMA Kolese De Britto, kini pihak sekolah SMa Stella Duce 1 Yogyakarta tegas mengeluarkan larangan siswinya untuk ikut dalam aksi hari ini. 

“Pihak sekolah tidak bertanggung jawab jika ada siswi yang diketahui terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut di atas (30 September),” bunyi surat yang ditandatangani kepala sekolah Suster Yetty CB tersebut. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI