Gelapkan Motor Teman untuk Foya-foya

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seorang bapak dua anak terpaksa mendekam di sel tahanan Polsek Kalasan karena terlibat kasus pidana. Pelaku HP (32) asal Sragen Jawa Tengah, diamankan karena menggelapkan motor Honda Beat milik temannya sendiri, Hendri (21).

“Pelaku kami amankan di rumahnya daerah Sragen, saat itu ia hendak pergi ke Brebes untuk mencari pekerjaan. Penangkapan didasari laporan korban setelah motornya digelapkan oleh HP,” terang Kapolsek Kalasan Kompol Sumantri dikonfirmasi, Kamis (08/07/2021).

Kapolsek menjelaskan, kejadian bermula saat tersangka mendatangi tempatnya bekerja di sebuah tempat cuci kendaraan wilayah Kalasan, Kamis (24/06/2021) pukul 09.00 WIB. Di tempat itu, korban yang baru kerja sekitar sepekan meminjam motor warna biru putih, dengan alasan dibawa ke rumah istrinya di Piyungan Bantul.

Saat meminjam, tersangka berjanji akan mengembalikan sepeda motor tersebut sekitar pukul 12.00 WIB di lokasi yang sama. Namun pada waktu yang dijanjikan, tersangka menghubungi korban melalui handphonenya, mengatakan jika sepeda motor baru akan dikembalikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Ternyata korban sampai pukul 19.00 WIB, tersangka tidak mengembalikan dan korban mencoba menghubunginya namun nomor HP sudah tidak aktif. Korban akhirnya memilih melaporkan kejadian itu Selasa (29/06/2021) sekitar jam 13.30 WIB, setelah berbagai upaya untuk mencari tersangka, tidak membuahkan hasil.

Pada hari Selasa (06/07/2021), Unit Reskrim Polsek Kalasan dipimpin Kanit Reskrim dan Panit Iptu Sri Pujo dan Aiptu Rendra Widjanarko berhasil mengamankan tersangka di rumahnya. “Kami mendapatkan info dari anggota Reskrim Polsek Sukoharjo, jika saat itu tersangka pulang ke rumah, sehingga petugas bergerak melakukan penangkapan,” ujarnya.

Saat dimintai keterangannya, tersangka yang sudah cerai ini mengakui perbuatannya. Namun motor hasil penggelapan, sudah ia jual secara online seharga Rp 2,5 juta. Uang hasil kejahatan, digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan foya-foya.

“Barang bukti berupa tas punggung, baju, kaos, celana pendek dan celana panjang yang dibeli dari hasil kejahatan kami sita sebagai barang bukti. Atas perbuatannya tersangka Pasal 378 Junto 372 KUHP, ancaman hukumane 4 tahun,” tutupnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI