Genjot Industri, Menperin Ajak Sukseskan ‘Making Indonesia 4.0’

SLEMAN, KRJOGJA.com – Guna menggenjot pertumbuhan industri nasional yang selama ini menggeliat, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengajak pelaku usaha ikut serta mendorong Making Indonesia 4.0. Grakan ini menjadi program Kementerian Perindustrian bagi dunia industri di Tanah Air untuk menghadapi era 4.0.

“Making Indonesia 4.0 ini kami buat sebagai acuan Indonesia untuk menuju 10 besar negara ekonomi dunia pada 2030 nanti,” papar Airlangga, saat menjadi keynote speech pada pembukaan IDX-RHB Investment Summit 2019 di Marriot Hotel Jogja, Rabu (4/8).

Menurutnya, Indonesia memiliki bekal untuk mewujudkan hal tersebut. Dari sektor industri khususnya eksport, dalam medio Januari sampai Juni lalu tercaat sudah 60,16 persen perkembangan di sektor tersebut. Belum lagi Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia sudah berada di atas 50 persen yang berarti menunjukkan perkembangan menggembirakan untuk industri manufaktur di Tanah Air.

“Di atas 50 persen (PMI)-nya atau sekitar 52. Lebih baik dibanding negara ASEAN lainnya. Ada lima sektor yang bisa digerakkan untuk mewujudkan Making Indonesia 4.0 adalah otomotif, tekstil dan aparel, elektronik, kimia sertasektor makanan-minuman," ungkap Menperin.

Menperin menjelaskan di sektor otomotif, Indonesia itu di ASEAN memimpin penjualan mobil sebanyak 1.151.284 juta per tahunnya di atas Philipina dan Thailand. Untuk mengakomodasi perkembangan teknologi khususnya mobil listrik, kementerian memproduksi nikel dan cobalt yang merupakan bahan pembuat baterai cell di Sulteng.

Pada kesempatan yang sama, PT RHB Sekuritas Indonesia memperkenalkan RHB TradeSmart ID yang telah diperbarui berbagai fiturnya. “Indonesia merupakan penyumbang pertumbuhan ekonomi regional yang utama dan terus menunjukkan prospek investasi yang menjanjikan. Sebagai grup perbankan regional,".

"Kami senang berpartisipasi dalam memetakan jalan ke depan dengan menyatukan badan pemerintahan, pembuat kebijakan, stakeholders pasar modal dan pemimpin perusahaan pada suatu common platform untuk dapat memulai diskusi penting, berbagi wawasan dan memperoleh kesempatan yang ada dalam ekonomi,” sambung Group Managing Director RHB Banking Group Dato' Khairussaleh Ramli.

Berlangsung selama tiga hari hingga 6 September nanti, IDX-RHB Investment Summit 2019 digelar PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT RHB Sekuritas Indonesia guna mempromosikan Pasar Modal Indonesia kepada investor lokal maupun global (Singapura dan Malaysia), dengan memberikan kesempatan untuk bertemu antara investor dan high net worth individuals dengan pembuat kebijakan tingkat tinggi, pakar industri dan thought leaders.

Selain itu pada hari kedua (5/9) juga digelar Seminar Road to Initial Public Offering (IPO) for Business Owners untuk mengajak perusahaan Indonesia agar Go Public sehingga dapat tumbuh dan berkembang di Pasar Modal Indonesia. (*)

BERITA REKOMENDASI