Gereja Santa Lidwina Dampingi 127 Korban Teror

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tak kurang 127 umat Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping Sleman terus mendapatkan pendampingan psikologis setelah mengalami dan menyaksikan peristiwa kekerasan Minggu (11/2/2018) lalu. Pihak gereja pun berupaya memulihkan mental umat salah satunya dengan menggelar misa syukur bersama Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko Senin (19/2/2018) petang kemarin. 

Romo FX Endra Wijayanto, Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Keuskupan Agung Semarang mengatakan pihaknya mengucapkan terimakasih pada seluruh pihak yang telah memberikan rasa solidaritas, bantuan dan dukungan terkait peristiwa beberapa waktu lalu. Menurut dia, perhatian berbagai pihak mampu mengubah rasa duka menjadi berkat hingga terciptanya persaudaraan dalam hidup berbangsa. 

“Solidaritas dan sikap proaktif semua pihak mampu mengubah peristiwa duka menjadi pengalaman berkat yang membaharui semangat persaudaraan, kesatuan, keberagaman dan perdamaian dalam hidup berbangsa. Keuskupan Agung Semarang menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya,” ungkapnya pada wartawan Senin (19/2/2018) petang kemarin. 

Sampai Selasa (20/2/2018) hari ini pihak gereja mencatat ada 6 korban fisik dan 127 korban psikis akibat tindak kekerasan Minggu (11/2/2018) lalu. Para korban kini masih menjalani perawatan baik secara fisik maupun pemulihan trauma psikologis. 

“Kami terus melakukan pendampingan psikologis bagi seluruh korban dan berharap para korban segera pulih baik fisik maupun mentalnya. Kami meyakini peristiwa ini akan semakin menguatkan iman umat dan kami tetap berdoa agar kejadian kekerasan dan aksi intoleransi yang menodai kebebasan beragama tidak terjadi lagi di manapun,” sambungnya. 

Sementara Keuskupan Agung Semarang tetap mempercayakan penyelesaian kasus kekerasan tersebut pada pihak berwajib melalui jajaran Polres Sleman. Meski pelaku, Suliono telah dibawa ke Jakarta oleh Densus 88 namun tim advokasi Keuskupan terus melakukan koordinasi terkait kemajuan penanganan kasus tersebut. 

“Kami terus berkoordinasi dengan Densus melalui Polres Sleman, kemarin saksi korban juga sudah dimintai keterangan dan harapannya penyelesaian kasus ini bisa dilakukan secara proporsional. Kalau sudah masuk penyidikan pasti akan diupdate lagi. Semoga kasus seperti ini tidak terjadi lagi seperti yang sempat disampaikan Romo Prier beberapa waktu lalu,” ungkap Suki Ratnasari Ketua Tim Advokasi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI