Gizi Itu Penting, Pelatih Akademi Laliga: Messi Dulu Tidak Makan Gorengan!

Editor: KRjogja/Gus

Eladio saat membagi pengalaman di webinar

“Bicara sepak bola untuk anak usia 6 dan 8 tahun tidak bisa masuk materi taktik. Tapi kalau usianya sudah di atasnya bisa lebih mudah mengajari. Lalu cara menyampaikan harus beda. Usia lebih kecil lebih sensitif karena kalau kita sampaikan lebih kasar maka anak-anak akan tak nyaman dengan kita, ini sangat penting untuk diketahui,” tuturnya.

Mat Halil, legenda hidup Persebaya yang kini juga melatih menyampaikan hal yang cukup menarik dalam pembinaan usia muda. Sekolah sepakbola menurut Halil menjadi salah satu penyedia stok pemain bagi tim profesional dan Indonesia yang harus benar-benar mendapat perhatian.

“Kalau kami, tujuannya untuk Persebaya, karena muaranya ke sana. Nah, kami ajarkan karakter permainan Persebaya, sehingga nantinya anak-anak kalau seleksi atau bahkan masuk tim tidak kaget lagi. Ini pentingnya memberikan dasar pemahaman dari awal, ya dengan keterbatasan yang ada tentu saja, karena kalau saya itu akademi-akademian lah,” ungkap Halil yang memang dikenal apa adanya ini.

Guntur Cahyo Utomo, mengamini Halil yang menilai muara pembinaan adalah menjadikan seorang anak menjadi manusia seutuhnya dan pemain berkualitas. Hal itu yang kini tengah diusahakan Guntur bersama tim sehingga membuat Super Elja Method yang diharapkan bisa dipelajari oleh ekosistem sepakbola di wilayah Sleman.

“Ini yang kami sedang lakukan, bagaimana proses latihan yang ada selama 1,5 tahun kami catat dan bagikan untuk siapapun yang membutuhkan. Kami berusaha membangun itu,” tandas Guntur. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI