GKR Hemas Minta Lahan Sawah Jangan Beralih Fungsi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Padukuhan Karanglo, Sidomoyo Godean Sleman mengembangkan lumbung padi bernama 'Lumbung Mataraman Karanglo' yang menjadi model percontohan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman. Pengasuh Lumbung Mataraman Karanglo, Suprapto mengatakan, dari 350 KK atau 3.200 jiwa di Padukuhan Karanglo, 122 orang berprofesi petani yang menggarap sawah seluas 16 hektare.

"Keberasan lumbung ini agar petani mandiri dan dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi warga padukuhan," terang Suprapto dalam acara Penyerapan Aspirasi dan Sosialisasi Lembaga DPD RI bersama Wakil DPD RI GKR Hemas di Padukuhan Karanglo Godean Sleman, Jumat (09/03/2018).

Menurut Suprapto, awal dibentuknya lumbung padi, para petani iuran Rp 100.000 per orang dan saat ini telah berkembang menjadi Rp 35 juta. Dana tersebut saat ini digunakan sebagai pinjaman bagi petani untuk membeli bibit maupun pupuk.

Suprapto berharap ada bantuan untuk penambahan mesin penggiling gabah. "Masyarakat juga diharapkan membeli gabah dari petani sendiri, kemudian digiling, sehingga harganya bisa lebih murah dibanding harga beras di pasaran," katanya.

GKR Hemas menyambut baik keberadaan Lumbung Mataraman Kranglo ini yang bisa menjadi percontohan ketahanan pangan bagi daerah lain. Menurutnya, DIY bisa menjadi lumbung padi nasional jika sektor pertanian dikelola dengan baik.

Selain itu Hemas berpesan agar petani tidak menjual lahannya, supaya tidak beralih fungsi. "Pemda perlu campur tangan dengan mengucurkan anggarannya untuk memenuhi kebutuhan petani termasuk pemberian insentif agar ketahanan pangan bisa terwujud," katanya.

Hemas juga mengapresiasi warga Padukuhan Karanglo yang masih melestasikan budaya lokal, seperti karawitan dan ketoprak. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Arofa Noor Indriani.

Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko mengatakan, agar hasilnya lebih optimal, bertani perlu diintegrasikan dengan budidaya ikan atau minapadi. Selain itu lahan pekarangan perlu ditanami sayuran seperti lombok yang nilai ekonomisnya tinggi.

Terkait insentif bagi petani, pihaknya sudah menyiapkan subsidi pupuk. Kemudian ada juga asuransi usaha tani, yang bisa diklaim oleh petani jika panen gagal karena bencana atau sebab lain. (Dev)

BERITA REKOMENDASI