Go Digital, Wisata Jip Merapi Terapkan Normal Baru

SLEMAN, KRJOGJA.com – Empat bulan lamanya wisata jip Merapi lumpuh karena pandemi Covid-19. Perlahan, beberapa minggu terakhir mereka mulai bangkit, meski wisatawan yang datang masih sangat terbatas.

Heri Giarto, salah satu pemilik jip menyebut, setidaknya ada 800 orang yang menggantungkan hidup dari kegiatan pariwisata lereng Merapi. Para pengemudi jip ini tergabung dalam Asosiasi Jip Lereng Merapi (AJLM). “Jumlah pemilik ini setidaknya ada 800 orang, tapi kalau ditambah dengan semua yang menggantungkan hidup dari wisata ini mungkin totalnya sampai 5000 orang karena plus anak istri juga. Selama pandemi kemarin benar-benar lumpuh, empat bulan tidak ada wisata,” ungkapnya ketika berbincang, Senin (27/7/2020).

Saat ini AJLM sudah membuka kembali wisata jip Merapi. Mereka menerapkan standar keselamatan prosedur ketat termasuk syarat protokol kesehatan dalam masa kenormalan baru. “Penumpang harus mengenakan helm, sabuk pengaman dan saat kenormalan baru, jumlahnya dibatasi hanya tiga orang. Armada juga dilengkapi dengan sekat fiber untuk memisahkan pengemudi dengan penumpang. Dari sisi pengemudi, paguyuban mewajibkan seluruhnya mengenakan pelindung kaki dan kepala. Selain itu, armada juga harus dilengkapi dengan perangkat radio komunikasi yang selalu terhubung dengan pos induk di pangkalan,” sambung dia.

Ketua AJLM Bambang Kotir yang ditemui di Camp Jip Wonogondang, Cangkringan menyampaikan hal senada. Bambang yang merupakan pionir jip Merapi itu menyebut, saat ini pendapatan anggotanya boleh dikatakan mati suri karena penghasilan murni dari jasa wisata “Saya pahami kondisi ini sebagai bencana non-alam, jadi kami menyikapi ini hanya bisa sabar, biar reda dulu, sambil terus berusaha cari jalan lain. Sekarang sudah mulai, semua disiapkan termasuk protokol kesehatan yang jadi wajib untuk kenormalan baru,” ungkap Bambang.

BERITA REKOMENDASI