GO-JEK Dukung Perkembangan Startup Lokal

SLEMAN (KRjogja.com) – Maraknya kehadiran startup lokal akhir-akhir ini tidak membuat GO JEK sebagai penyedia aplikasi layanan on demand terbesar di Indonesia merasa tersaingi. Sebaliknya, bersama UnitedUX atau komunitas user experience (UC) melakukan diskusi bersama yang diikuti 40 designer UX dari Jateng-DIY guna mengembangkan aplikasi di masa depan.

"Kami ingin komunitas startup Indonesia bisa maju bersama. Tech engineer Indonesia terutama di Yogyakarta sangat banyak dengan potensi yang luar biasa. Kami yakin dengan dukungan dan dorongan tepat, akan berkembng jauh lebih pesat. Hal ini juga yang membuat manajemen terus berkarya guna mengembangkan aplikasi yang dibutuhkan masyarakat Indonesia," kata Vice President UX Design GO-JEK Monika Halim di sela diskusi di GO-JEK Tech Valley (GTV), markas para tech engineer GO-JEK belum lama ini.

Monika Halim yang akrab disapa Momo memaparkan perkembangan aplikasi yang disediakan GO-JEK. Hadir di Indonesia (Jakarta) pada Januari 2015 yang hanya memiliki tiga layanan dan didukung 800 driver, kini memiliki 10 aplikasi layanan dengan ribuan driver yang tersebar di Yogyakarta, Solo dan Semarang. Beberapa layanan yang terus dikembangkan adalah Go Pay dan Go-TIX berupa pemesanan tiket bioskop atau pertunjukkan lainnya.

"Ke depan, aplikasi layanan yang dihasilkan desainer Yogyakart ini akan diperluas. Semua layanan aplikasi ini diciptakan hasil mempelajari perilaku dan kehidupan masyarakat. Kami ingin memberi pengalaman nyata pelanggan sehingga bisa merasakan layanan yang sama di gedung bioskop cuma melalui ponselnya," kata Momo.

Momo menjelaskan sikap ini yang harus dipelajari para UX yang terkadang mengalami kendala dalam proses pembuatan aplikasi. Kendala yang ada hendaknya menjadi tantangan guna dicarikan solusinya sehingga mampu menciptakan aplikasi yang nyaman bagi pengguna saat. berinteraksi dengan produk. 

Researcher UX GO-JEK  Arum Kusalawicitra menjelaskan UX mengacu pada kepuasan pengguna produk  berbasis teknologi, seperti website atau aplikasi. Kepuasan itu biasanya  berdasarkan kemudahan atau pengalaman menyenangkan penggunaan teknologi  tersebut. Melalui UX Meetup seperti ini mampu berbagi pengalaman dan ilmu sehingga para startup lokal mampu memenuhi kebutuhan pengguna dari segi  kenyamanan dan kemudahan penggunaan

"Kami ingin mendorong para pelaku  startup, khususnya para tech engineer untuk terus berkontribusi dan memberikan  manfaat bagi hidup orang banyak melalui inovasi teknologi. Terlebih disediakan  sesi coaching clinic bagi para startup lokal yang terbagi dalam beberapa tim.  Kegiatan ini ditutup dengan mentoring untuk menemukan solusi bersama atas  tantangan yang selama ini mereka hadapi.
(*)

BERITA REKOMENDASI