Gojek Gerakan Ekosistem Orang, Barang dan Uang

SLEMAN (KRJOGJA.COM) – Sebagai salah satu perusahaan startup karya anak bangsa, ekosistem Gojek telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 55 triliun. Angka ini diperoleh dari hasil survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) terhadap  mitra Gojek.
 
Hal ini disampaikan VP Corporate Affairs Gojek Michael Say saat acara jumpa dengan awak media di kawasan Jalan Palagan, Ngaglik, Sleman, Rabu (21/8). Michael mengungkapkan, angka Rp 55 triliun tersebut dihitung dari selisih konsumsi setelah dan sebelum bergabung menjadi mitra Gojek. Menurut Michael saat ini terdapat 300.000 merchant Go Food di seluruh Indonesia dan 80 persennya merupakan pelaku UMKM.
 
“Saat ini Gojek sudah berevolusi tidak hanya penyedia jasa transportasi online saja. Tapi menjadi satu ekosistem yang terintegrasi yang menggerakan orang, barang dan uang. Kami punya misi memberdayakan UMKM sebanyak-banyaknya,” papar Michael Say.
 
Beberapa program Gojek diperuntukkan agar pelaku UMKM bisa naik kelas. Seperti pelatihan Gojek Wirausaha yang sudah dilakukan di beberapa kota di Indonesia. Misalnya di Jawa Timur, Gojek telah mengumpulkan ratusan muslimat NU dilatih untuk masuk ke ekosistem Gojek. “Ibu-ibu yang punya usaha rumahan diberi pelatihan dan diajak masuk ke ekosistem Gojek. Sehingga peluang mereka lebih terbuka terhadap customer yang sudah ada di bawah naungan ekosistem Gojek,” imbuh Michael.
 
VP Region DIY Jawa Tengah Delly Nugraha menambahkan, berbagai program learning dan development telah dilaksanakan bagi mitra Gojek. Seperti pelatihan Bahasa Inggris bagi mitra Gojek agar tidak kesulitan saat mendapat konsumen turis mancanegara. “Kami juga melatih driver agar bisa mengelola keuangan lebih baik. Serta beberapa kemudahan bagi mitra Gojek seperti keringanan saat servis motor maupun paket internet pada nomor mereka,” ungkap Delly. (R-2) 
 

BERITA REKOMENDASI