Gotong Royong Hadapi Pandemi, Akselerasi Vaksinasi Wisata dan Industri Jasa Keuangan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY bekerjasama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Bank BPD DIY, Dinas Kesehatan DIY, Polda DIY, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI DIY) dan Dinas Pariwisata Sleman menggelar vaksinasi Covid-19 bagi pelaku wisata dan industri jasa keuangan di DIY Sindu Kusuma Edupark (SKE) pada Kamis (12/8) dan Jumat (13/8). Kegiatan vaksinasi yang diikuti total sasaran sebanyak 2.230 peserta ini guna mengakselerasi vaksinasi bagi masyarakat DIY.

Turut hadir dalam acara kali ini Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono, Direktur Utama PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad, Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo, Kepala Dispar Sleman Suparmono, Ketua GIPI DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie serta jajaran perwakilan Bank BPD DIY,serta stakeholder terkait. Dalam kesempatan yang sama sekaligus di serahkan bantuan paket sembako Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) secara simbolis kepada pelaku pariwisata terdampak pandemi sebanyak 150 paket oleh Deputi Kepala Perwakilan BI DIY kepada Ketua GIPI DIY.

“Pelaksanaan vaksinasi ini bertujuan untuk menyiapkan ketahanan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata dan ekonomi kreatif serta Industri Jasa Keuangan di DIY. Kegiatan ini sebagai upaya mempercepat capaian masyarakat yang tervaksin dan mengendalikan penyebaran pandemi COVID-19. Diharapkan upaya menuju herd immunity bisa terealisasi, sehingga ekonomi DIY dapat mulai bangkit,” tutur Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo menyampaikan vaksin wisata ini dapat meningkatkan kepercayaan diri para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY hingga pada saatnya nanti dapat menyambut wisatawan dengan standar baru. Vaksin wisata ini juga merupakan bagian dari inovasi pelaksanaan vaksinasi di destinasi pariwisata yang memiliki fungsi ganda yaitu promosi destinasi dan promosi kesehatan.

“Dengan destinasi wisata dan pelaku pariwisata yang sudah siap tentunya juga akan meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan Wisatawan yang akan berkunjung ke DIY. Karena setelah masa pandemi, wisatawan akan cenderung mengunjungi destinasi yang benar-benar siap Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) dengan pelaku pariwisata yang telah memenuhi standar kesehatan yang memadai salah satunya telah menerima vaksin,” paparnya.

Direktur Utama PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad menyatakan pandemi ini tidak bisa dihadapi oleh salah satu sektor sehingga semua sektor harus melakukan percepatan meningkatkan imunitas massal, salah satunya melalui vaksinasi wisata dan industri jasa keuangan. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi DIY mengandalkan industri pariwisata pergerakan orang dan pendidikan saat ini, maka semua pihak harus bersama-sama mengatasi pandemi ini.

“Untuk itu, Bank BPD DIY mempersiapkan pelaku industri pariwisata dengan adanya program vaksinasi ini. Jika semua sudah siap termasuk industri keuangan dan masyarakatnya sia, harapannya ekonomi segera bergerak termasuk meningkatkan imunitas massal dengan vaksinasi,” katanya.

Ketua GIPI DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengapresiasi bantuan paket sembako maupun vaksinasi bagi pelaku industri pariwisata di DIY saat ini. Sebab pelaku industri pariwisata benar-benar sangat terdampak dan terpuruk pandemi. Bahkan kondisi pelaku wisata sudah terpuruk dan darurat karena sudah tidak ada pemasukan maupun simpanan.

“Apa yang telah BI DIY support ke kita ini sangat bermanfaat, karena paket sembako ini justru akan diprioritaskan bagi pelaku wisata yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman) karena cukup banyak di kisaran 80 orang dan dinamis datanya. Teman-teman GIPI DIY sudah lebih dari 65 persen telah divaksinasi Covid-19 sehingga tinggal dipercepat agar 100 persen,” imbuhnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI