Guru Besar UNY Pukau Penonton Saat Main Ketoprak

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Guru besar, dosen, tenaga pendidik, alumni dan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tampil memukau dalam pergelaran ketoprak wayang yang digelar di Performance Hall Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Kamis (19/05/2022) malam. Memainkan lakon ‘Padhepokan Randhu Alas’, penampilan tenaga-tenaga pendidik ini tak kalah dengan seniman-seniman kawakan kala memeriahkan Dies Natalis ke-58 UNY ini.

Dalam lakon yang naskahnya ditulis oleh Drs Sukisna MSn, ‘Padhepokan Randhu Alas’ atau juga disebut ‘Padhepokan Wiyatadi Ngungkal Bener’ yang menggambarkan UNY ini diceritakan sebagai tempat belajar berbagai ilmu, seni, dan budaya. Dengan metode asih-asah-asuh, para siswa digegulang oleh Ki Hajar Mertayasa yang diperankan oleh Rektor UNY, Prof Dr Sumaryanto MKes AIFO.

Pada lakon tersebut, Ki Hajar Mertayasa mengajarkan kepada siswa-siswanya untuk bisa menjadi manusia seutuhnya, yang berjiwa pamomong, pamomot, dan pamengku. Untuk menjaga siswa-siswanya, Ki Hajar Mertayasa juga selalu memberikan wejangan kepada para cantrik, mentrik, indhung-indhung, ulu guntung, dan janggan.

Meski dalam keseharian, Prof Sumaryanto bergelut dengan kesibukan akademik sebagai rektor, namun penampilannya sangat apik saat memerankan sosok Ki Hajar Mertayasa. Dari segi bahasa dan akting di atas panggung, mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY ini tampak tidak canggung dan seperti sudah terbiasa tampil dalam sebuah pentas.

“Selama saya mulai jadi Dekan, tahun 2003, seingat saya pentas ketoprak wayang di dies natalis UNY sudah 4 kali. Dan saya ikut tiga kali ini. Kami pilih menggelar ketoprak ini karena ketoprak menjadi media untuk mengapresiasi seni, dan UNY juga memiliki Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang konsen di bidang seni,” tutur Prof Sumaryanto kepada KRJOGJA.com di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut Sumaryanto mengatakan, melalui pentas ketoprak wayang ini UNY juga mencoba untuk menyampaikan pesan tentang komitmen yang selama ini diusungnya kepada masyarakat. Salah satunya adalah dengan pemilihan lakon ‘Padhepokan Randhu Alas’ yang memang menggambarkan keberadaan UNY di masyarakat saat ini.

Dalam pentas yang disutradarai, Prof Dr Suminto A Sayuti ini, seluruh siswa di ‘Padhepokan Randhu Alas’ dibimbing untuk meniti jalan setapak demi memperoleh kawruh dan akhirnya medapatkan ilmu yang paripurna. Keberadaan ilmu yang paripurna inilah yang akan sangat berguna saat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ketoprak wayang ini, selain menyuguhkan cerita yang menarik, juga disuguhkan sejumlah penampilan dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) UNY. Tidak rutin, sejak 2003 4 kali saya ikut 3 kali

“Ya karena pemainnya tidak hanya guru besar dan dosen, melainkan juga mahasiswa, kami juga ajak UKM untuk tampil. Untuk persiapan, penampil sudah berlatih 5 kali, tapi saya hanya ikut 3 kali. Yang dua kali latihan tidak bisa hadir,” tutup Sumaryanto. (Hit)

UNY

BERITA REKOMENDASI