Guru Matematika Diminta Siapkan Siswa Jadi Ahli Coding dan Statistik

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Indonesia menghadapi era disrupsi yang juga membawa konsekuensi pada dunia pendidikan. Presiden Joko Widodo tampaknya menyadari hal tersebut dengan menunjuk Nadiem Makarim eks CEO Gojek untuk bekerja sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Kabinet Indonesia Maju.

Beberapa target dicanangkan Nadiem untuk membuat anak-anak Indonesia siap menghadapi era disrupsi 4.0 yang kini sudah dimulai. Dampaknya, tentu perubahan pola pikir yang wajib dilakukan lantaran banyaknya perubahan di segi kehidupan.

Baca juga :

Tol dan Bandara Baru Modal DIY Pacu Pertumbuhan Ekonomi
RSUP Dr Sardjito Raih Penghargaan 'Green Hospital'

Dr Praptono, Direktur Pembinaan Guru Dikdas Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud menyebut, dunia pendidikan mengalami perubahan serupa yang mau tak mau harus dilakukan. Beberapa hal penting sebagai tujuan pendidikan mulai dicanangkan dan dilakukan yakni membentuk kemampuan pemrograman dan coding kemampuan membaca angka dan data yakni statistik, juga sisi psikologi untuk tetap mempertahankan  karakter bangsa.

“Di sini guru Matematika punya peran sangat dahsyat di pemrograman dan coding yang sangat dibutuhkan, bagaimana generasi yang kita didik bisa melihat sesuatu di balik angka dan data yakni statistik. Tak keliru bila kita berusaha membuat Matematikan sebagai ilmu menyenangkan dan mudah dipelajari,” ungkapnya dalam Seminar Pendidikan Matematika VII di LPMP DIY, Rabu (13/11/2019).

Penyiapan guru berkompetensi pun terus dilakukan Kemendikbud diantaranya dengan pelatihan berzonasi dengan kompetensi secara utuh. Guru harus bisa menguasai konsep, teori pendalaman hingga sampai dipraktekkan di sekolah masing-masing.

“Kami bersama PPPPTK terus mengadakan pelatih berbasis zona yang terstandarisasi. Saat ini sudah 200 ribu lebih guru ikut pelatihan dengan durasi 82 jam. Sistemnya 5 kali in dan 3 kali out. Di 2019 kami target kami produksi 23 ribu guru inti, 2020 nanti kita siapkan 97 ribu guru inti. Harapannya 1,7 juta guru dapatkan bimbingan teknis dan satu tahun bisa dua kali siklus jadi 3,4 juta guru,” tandas dia.

Sementara dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika (Sendimat) dengan tema Peluang dan Tantangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 tersebut hadir beberapa pembicara seperti Sumaryanta MPd dan Joko Purnomo ST MT yang memberikan materi bekal kompetensi di era disrupsi 4.0. Para peserta merupakan 310 orang guru dari berbagai wilayah Indonesia yang akan menjalani pelatihan dua hari hingga Kamis (14/11/2019) besok. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI