Gusdurian Lahirkan Platform Aduan Ujaran Kebencian

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Perlakuan diskriminasi, ujaran kebencian dan ajakan kekerasan sedang merebak dan memanas di negeri ini. Fenomena tersebut memunculkan platform pengaduan kabarkan.org yang merupakan gagasan dan karya dari Gusdurian, yakni kumpulan murid, pengagum dan penerus perjuangan Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Disampaikan putri pertama Gus Dur, Alissa Wahid melalui platform ini diharapkan masyarakat terdorong untuk mengabarkan segala sesuatu terkait dengan diskrimasi ataupun ujaran kebencian. Laporan berbentuk screenshoot yang kemudian diunggah melalui situs web kabarka.org dan kemudian akan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang.

Baca juga :

Catatan Najwa, Ajak Masyarakat Terbiasa dengan Perbedaan

Ujaran Kebencian Sulitkan Diri Hargai Perbedaan

“Ujaran kebencian maupun hal sejenisnya sedang ramai di Indonesia apalagi kalau waktu habis Subuh dan menjelang Magrib dapat dipastikan selalu ujaran kebencian itu ada dan melimpah ruah, khususnya di media sosial. Perlu partisiasi masyarakat untuk meminimalisir bahkan menghilangkan semua ini,” ungkap Alissa Wahid dalam sebuah talkshow yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (25/05/2018).

Posko pengaduan ini sudah tersebar di 85 titik hampir seluruh Indonesia. Alissa Wahid berharap gerakan ini nantinya dapat mengubah wajah Indonesia menjadi negara yang santun tanpa adanya permusuhan dan ujaran-ujaran kebencian.

Dalam kesempatan ini Alissa Wahid juga mengatakan di dunia ini terdapat dua tipe orang,  yakni orang yang mengasikkan dan tidak mengasikkan. Perbedaan dari kedua tipe tersebut dilihat dari cara individu dalam melihat individu lainnya.

Orang yang mengasikkan bagi Koordinator Jaringan Gusdurian ini yaitu orang yang melihat orang lain sebagai sesama manusia, saudara dan teman yang bisa diajak untuk bekerja sama. Sedangkan orang yang tidak mengasikkan adalah individu yang melihat individu lainnya sebagai seorang musuh ataupun kompetitor.

“Untuk membuat perbedaan menjadi menggembirakan perlu memiliki nurani yang baik dan memahami akan hak diri sendiri dan orang lain,” katanya. (Diah Ayu KW/Fatimah Arum Utari)

BERITA REKOMENDASI