Heboh Buku ‘Menjerat Gus Dur’, Begini Tanggapan Yenny Wahid

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Beberapa waktu terakhir publik ramai memperbincangkan buku Menjerat Gus Dur yang melampirkan dokumen pelengseran presiden keempat Indonesia. Buku karya Virdika Rizky Utama tersebut memunculkan skenario skenario penjatuhan Gus Dur dari kursi kepresidenan.

 

Putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid pun tak menampik ada skenario untuk menjatuhkan ayahandanya dari kursi RI 1 pada tahun 2001 lalu. Tuduhan-tuduhan pada Gus Dur yang berakhir pemakzulan melalui sidang istimewa MPR pun menurut Yenny tak bisa dibuktikan hingga saat ini.

“Jelas itu, Gus Dur dijatuhkan dengan rekayasa politik. Tuduhan pada beliau tak bisa dibuktikan. Prosedurnya terburu-buru, semua dipaksa cepat saja yang penting lengser. Apa yang terjadi pada Gus Dur itu rekayasa politik yang didukung elemen tentara. Itu jelas sekali. Saya yakini, saya alami dan lihat sendiri,” ungkap Yenny pada wartawan Senin (6/1/2020) di Peace Village Sleman.

Yenny yang selalu mendampingi Gus Dur juga menyebut ada tokoh-tokoh politik yang merancang skenario pelengseran. Yenny bahkan mengungkap ada beberapa yang meminta maaf secara langsung sebelum Gus Dur meninggal dunia.

“Ada tokoh-tokoh politik (yang merancang). Tapi ada juga yang sebelum Gus Dur meninggal datang, meminta maaf pada beliau dan dimaafkan juga oleh Gus Dur. Tapi apakah dalam buku itu tokoh-tokohnya saya belum tahu karena belum baca,” sambung dia.

Puncak skenario pemakzulan pun diceritakan Yenny saat Gus Dur mengganti Kapolri saat itu yakni Bimantoro dan mengangkat Chairudin Ismail. Hal tersebut dijadikan alasan terakhir bagi DPR untuk menggelar sidang istimewa pemakzulan Gus Dur pada 21 Juli 2001.

“Yang katanya ada kasus skandal seperti Brunei Gade itu tak terbukti, kan itu Gus Dur cerita ke media, ada pemberian dari Sultan Brunei untuk masyarakat Aceh. Gus Dur ingin terbuka tapi malah digunakan untuk menyerang beliau. Terakhir triggernya Gus Dur mau ganti Kapolri. Kapolrinya tak mau, maka itu jadi bahan untuk memakzulkan beliau. Tak berkonsultasi pada DPR MPR tentang pemilihan Kapolri. Sidang istimewanya alasannya karena itu,” pungkas Yenny.

Sebelumnya, buku Menjerat Gus Dur yang dicetak sebanyak 5000 eksemplar diketahui langsung terjual habis usai dirilis. Buku tersebut memuat tulisan-tulisan tentang rencana penggulingan Gus Dur oleh beberapa tokoh lantaran adanya kekecewaan pada Gus Dur. Sumber buku tersebut berasal dari dokumen di Partai Golkar yang ditemukan penulis Virdika Rizky Utama di kantor DPP Golkar pada 2017 lalu. (Fxh)

 

 

BERITA REKOMENDASI