Hubungkan Yogya ke Tiga Kota Ini, Tirtoadi Jadi Titik Simpul Ruas Tol

Menurut Krido, untuk mengurangi keresahan di tengah warga, pihaknya melakukan percepatan di Desa Tirtoadi dalam tahapan konsultasi publik. Sehingga saat Izin Penetapan Lokasi (IPL) terbit, waktu pemasangan patok tidak jauh berbeda dengan tahapan pembangunan Tol Yogya-Solo. Hal ini bisa dilakukan dengan catatan waktu pemberkasan bisa diselesaikan dengan cepat. “Warga menyambut baik dan sudah bersedia membentuk tim di tingkat pedusunan untuk mempercepat pemberkasan. Terutama di Sanggrahan yang padat penduduk,” tandasnya.

Krido mengungkapkan, di Desa Tirtoadi juga ada cagar budaya berupa rumah Limasan yang akan dipindahkan. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan ahli waris cagar budaya tersebut dan menginginkan yang penting bangunan masih terjamin. “Jika pindah tidak keberatan. Kami tugaskan Satker ketika pindahkan bangunan harus utuh meski hanya kena separuh, berarti kena semua bangunannya. Tidak boleh boyong separuh karena bangunan inilah yang dikategorikan cagar budaya, bukan tanahnya,” tandas Krido.

Sementara ahli waris rumah Limasan Mijosastro di Dusun Pundong II Tirtoadi Mlati Sleman Widakdo Marjoyo (66) mengungkapkan, keluarga sudah musyawarah dan mengajukan permintaan agar cagar budaya tetap berdiri, jangan sampai punah karena manfaatnya sangat besar. “Kalau secara historis pernah jadi kantor lurah desa pada waktu itu. Belum kemanfaatan yang lain bagi anak TK dan SD, kalau mau beraktivitas juga di situ. Kegiatan TPA manasik haji, drumband, kesenian juga di situ,” bebernya.

Widakdo menambahkan, cagar budaya ini berupa bangunan limasan dan dalam ruangan Wijosastran. Dengan keberadaan tol, akan mengubah posisinya.

“Kalau sekarang menghadap Selatan, mungkin akan dibuat menghadap ke Utara, sehingga cagar budaya tidak akan hilang, sayang sekali kalau punah. Kami berharap tetap di situ, mau mengubah posisi saja agar bisa bermanfaat lagi bagi masyarakat,” tegasnya. (Aha)

 

BERITA REKOMENDASI