IBL 2021 Belum Jelas, Manajemen BPJ Pikirkan Psikis Pemain

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Nasib kompetisi liga basket tertinggi tanah air Indonesia Basketball League (IBL) 2021 masih gelap alias belum ada titik terang kapan bakal digelar. Meski IBL selaku operator liga punya rencana menggelar di bulan Maret, tanpa izin kepolisian, mustahil rencana itu bisa terlaksana. Namun belum juga mendapat kepastian dari pihak berwenang, IBL menawarkan pilihan venue lain, di sebuah resort Cisarua untuk menggelar liga berkonsep gelembung. Sebelumnya mereka berencana menggelar liga di sebuah hotel di Jakarta namun pupus karena pemerintah menerapkan PPKM.

Direktur Utama (Dirut) IBL Junas Miradiarsyah saat pertemuan antarmanajer secara virtual Kamis (11/2) memaparkan alasannya. Menurutnya adanya opsi itu adalah satu di antara upaya keras agar lampu hijau dari kepolisian jadi nyata. Pasalnya daerah Cisarua berstatus zona hijau dari Covid-19 yang menghajar Indonesia sejak tahun lalu.
“Kami mau melengkapi dan menyiapkan segalanya dulu baru bicara izin. Untuk itu, Senin (15/2) akan ada keputusan di mana akan digelar,” kata Junas singkat.

Ketidakpastian izin ini ditanggapi santai oleh para manajer klub peserta liga. Dyah Ayu Pratiwi, manajer Bima Perkasa, hanya berharap IBL bisa membuat keputusan dan kebijakan terbaik bagi seluruh peserta bila sudah ada kepastian dengan memperhatikan kondisi terbaru dari tiap peserta. “Rencananya 10 Maret, yang mana kurang dari 1 bulan lagi. Izin belum bisa dipastikan, lokasi masih ada 2 opsi hingga 15 Februari nanti. Semoga IBL bisa segera membuat keputusan yang baik,” katanya.

IBL

BERITA REKOMENDASI