Ibukota Baru di Kaltim, Ternyata Penduduknya Sudah Fasih Bicara Jawa

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo menyampaikan rencana ibukota baru Indonesia berada di sebagian wilayah Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Ternyata kabupaten yang baru mulai terbentuk resmi tahun 2002 tersebut memiliki penduduk mayoritas dari suku Jawa.

Kepala bagian Pembangunan Penajam Paser Utara, Nico Herlambang mengungkap saat ini total penduduk di kabupatennya mencapai 178 ribu jiwa. Mata pencahariannya menurut Nico cukup beragam mulai petani hingga nelayan.

Baca juga :

Hidup Sehat dengan PIAT UGM, Lotek Jadi Pilihan
Di UGM, Mahasiswa Papua Didampingi Serius Bangun Daerahnya

“Saat ini jumlah masyarakat kami sekitar 178 ribu jiwa di empat kecamatan yakni Babulu, Waru, Penajam dan Sepaku yang mayoritasnya merupakan petani juga ada yang nelayan. Untuk tahap pertama pemerintah pusat mengagendakan pembangunan di 40 ribu hektar itu seluruhnya wilayah Paser Utara,” ungkapnya ketika bertemu wartawan di UGM, Kamis (29/08/2019).

Menariknya menurut Nico mayoritas penduduk Penajam Utara merupakan transmigran dari Pulau Jawa. Alhasil ketika ditanya apa bahasa daerah yang digunakan, Nico menjawab dengan enteng, Bahasa Jawa.

“Bahasanya Jawa, jadi kalau orang datang ngomong Jawa pasti langsung nyahut, wes pasti dong kabeh. Di sana orang Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat sangat banyak,” ungkapnya lagi.

Sementara terkait kunjungan ke UGM, Pemkab Paser Utara berniat mencari masukan untuk mensinergikan arah pembangunan dengan adanya rencana ibukota baru yang 120 ribu hektar dari total 180 ribu hektar masuk ke wilayah mereka. “Kami datang bertemu wakil dosen dan dekan. Kami jelaskan mau prepare bagaimana persiapan pembangunan dan tata ruang untuk akselerasi pembangunan ibukota negara. Kami kejar-kejaran dengan waktu karena penetapan cepat dan kami fit up untuk kesiapan tata kota, tata ruang dan penduduk kami,” tandas Nico. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI