Ibunda Histeris Iringi Pemakaman Henry Jovinsky

SLEMAN, KRJOGJA.com – Suasana haru begitu terasa di pemakaman umum Rewulu Wetan, Sidokarto Godean Sleman, Kamis (13/8/2020) pagi. Keluarga almarhum Henry Jovinsky (25) petugas KPU Yahukimo yang tewas ditikam orang tak dikenal tak kuasa menahan tangis ketika jenazah almarhum dimasukkan ke liang lahat.

Vivin Monica, ibunda Henry terus menangis sembari terus berbicara histeris. Ia tampak belum percaya, anak sulungnya yang bertugas di Papua sejak April 2019 meninggalkannya untuk selama-lamanya. Tepat saat para penggali menutup dan mengurug tanah liang lahar, Vivin kembali histeris tak kuasa menahan kesedihan. Ia bersimpuh di pusara Henry dan beberapa kali mengucap kata-kata seolah anaknya masih hidup.“Sayangku, selamat jalan nak. Mama akan sering ke sini nemenin kamu nak. Mama tidur bareng Henry kok, Henry ga usah takut, anak mama pemberani kok, anak mama bukan penakut kok,” ucap Vivin di atas pusara sang anak.

Kesedihan Vivin begitu mendalam, baru tiga hari lalu ia berkontak dengan sang putra yang kondisinya masih baik-baik saja di Papua. Namun, perasaannya memang berkecamuk karena mendengar cerita anaknya bahwa situasi di Papua tidak kondusif.Tanpa disadari ia bahkan sempat bercerita kerap menyanyikan lagu ST 12 Saat Terakhir yang terus diulang tanpa disadari. Ternyata itu menjadi isyarat pertanda yang tak dinyana akan menjadi hal buruk.“Saya tidak sadar kok nyanyi di bawah batu nisan sejak beberapa hari ini. Saya tepis, muncul lagi nyanyi tahu-tahu,” ungkap Vivin sehari sebelumnya.

BERITA REKOMENDASI